Archive for Mei, 2010

PACARAN MENURUT HUKUM ISLAM

Assallamuallaikum wr wb….
Istilah pacaran tidak bisa lepas dari remaja, karena salah satu ciri
remaja yang menonjol adalah rasa senang kepada lawan jenis disertai
keinginan untuk memiliki. Pada masa ini, seorang remaja biasanya
mulai “naksir” lawan jenisnya. Lalu ia berupaya melakukan pendekatan
untuk mendapatkan kesempatan mengungkapkan isi hatinya. Setelah
pendekatannya berhasil dan gayung bersambut, lalu keduanya mulai
berpacaran.
Baca lebih lanjut…

STUDI KRITIS PEMAHAMAN ISLAM

Adam tidak tinggal di Syurga !
(Pengupasan ilmiah tentang Jannah dan penerbangan antar planet)
Oleh : Armansyah

Al Qur’an banyak sekali bercerita masalah penciptaan manusia yang pertama oleh Allah Swt, yaitu Adam hingga kronologi turunnya Adam bersama sang istri, Siti Hawa, untuk menjadi khalifah dibumi.

Dalam banyak ayat, Al Qur’an mengatakan bahwa tempat mula-mula Adam dan Hawa adalah disuatu tempat bernama “Jannah”, yang oleh kebanyakan ahli tafsir diterjemahkan sebagai “surga”, sebagaimana surga yang dijanjikan untuk orang-orang yang beriman pada hari kemudian.

Tetapi … benarkah demikian adanya ?
Tidakkah akan dijumpai beberapa kejanggalan dan menimbulkan masalah yang irrasional dan bertentangan dengan akal pikiran manusia, begitu memasuki pemahaman AlQur’an lebih jauh lagi ?

Baca lebih lanjut…

Penjelasan Tentang Unsur-unsur yang Menciptakan Hakikat Taubat

Sisi Praktis dalam Taubat

Jika dalam taubat ada sisi atau unsur pengetahuan; yang terwujudkan dalam ilmu tentang maqam Allah SWT dan kebesaran hak-Nya atas hamba-hamba-Nya, serta nikmat-nikmat-Nya yang banyak atas mereka pada satu segi, dan pada segi lain pengetahuan tentang bahaya kemaksiatan dan kesalahan serta pengaruhnya di dunia dan akhirat, serta ia akan menjadi penghalang antara manusia dan Rabbnya, dan akan menghalangi manusia untuk mencapai keberuntungan dan keselamatan yang dicarinya:

“Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung.” (QS. Ali Imran: 185)

Baca lebih lanjut…

Unsur-unsur Taubat

Terma dari akar kata “t-w-b” dalam bahasa Arab menunjukkan pengertian: pulang dan kembali. Sedangkan taubat kepada Allah SWT berarti pulang dan kembali ke haribaan-Nya serta tetap di pintu-Nya.
Baca lebih lanjut…

Taubat dari Kemunafikan

Sebagaimana Allah SWT juga mengajak untuk bertaubat dari kekafiran yang zhahir dan terang-terangan, Allah SWT juga mengajak untuk bertaubat dari kekafiran yang tersembunyi, yang ditutupi dengan keimanan lisan. Yaitu yang terkenal dengan nama “kemunafikan” dan orangnya adalah kaum “munafiqin”.
Baca lebih lanjut…

Kewajiban Bertaubat dan Urgensinya

Taubat dari dosa yang dilakukan oleh seorang mu’min –dan saat itu ia sedang berusaha menuju kepada Allah SWT — adalah kewajiban agama. Diperintahkah oleh Al Quran, didorong oleh sunnah, serta disepakati kewajibannnya oleh seluruh ulama, baik ulama zhahir maupun ulama bathin. Atau ulama fiqh dan ulama suluk. Hingga Sahl bin Abdullah berkata: Barangsiapa yang berkata bahwa taubat adalah tidak wajib maka ia telah kafir, dan barangsiapa yang menyetujui perkataan seperti itu maka ia juga kafir. Dan ia berkata: “Tidak ada yang lebih wajib bagi makhluk dari melakukan taubat, dan tidak ada hukuman yang lebih berat atas manusia selain ketidak tahuannya akan ilmu taubat, dan tidak menguasai ilmu taubat itu (Di sebutkan oleh Abu Thalib Al Makki dalam kitabnya Qutul Qulub, juz 1 hal. 179).

Baca lebih lanjut…

Tuntunan Bertaubat kepada Allah SWT

Keutamaan Taubat dan Orang-orang
yang Bertaubat dalam al Qur’an

Tentang dorongan dan anjuran untuk bertobat, Al Qur’an berbicara:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqarah: 222).

Maka derajat apa yang lebih tinggi dari pada mendapatkan kasih sayang Rabb semesta alam.

Baca lebih lanjut…