<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pajimbung's Weblog</title>
	<atom:link href="http://pajimbung.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pajimbung.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Aug 2011 05:28:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pajimbung.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d61872804059f97161a7e39da296ad8a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Pajimbung's Weblog</title>
		<link>http://pajimbung.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pajimbung.wordpress.com/osd.xml" title="Pajimbung&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pajimbung.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Garis Edar</title>
		<link>http://pajimbung.wordpress.com/2011/08/15/garis-edar/</link>
		<comments>http://pajimbung.wordpress.com/2011/08/15/garis-edar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 02:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pajimbung</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://pajimbung.wordpress.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur&#8217;an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu. &#8220;Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:33) Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=311&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur&#8217;an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.</p>
<p><em><span id="more-311"></span>&#8220;Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:33)</em></p>
<p>Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:</p>
<p><em>&#8220;Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 36:38)</em></p>
<p>Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur&#8217;an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.</p>
<p>Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur&#8217;an sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 51:7)</p>
<p>Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah &#8220;berenang&#8221; sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.</p>
<p>Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.</p>
<p>Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur&#8217;an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa &#8220;dipenuhi lintasan dan garis edar&#8221; sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur&#8217;an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur&#8217;an adalah firman Allah.</p>
<p>dikutp dari: http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_orbits.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pajimbung.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pajimbung.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pajimbung.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pajimbung.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pajimbung.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pajimbung.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pajimbung.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pajimbung.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pajimbung.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pajimbung.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pajimbung.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pajimbung.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pajimbung.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pajimbung.wordpress.com/311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=311&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pajimbung.wordpress.com/2011/08/15/garis-edar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>1.449800 125.201900</georss:point>
		<geo:lat>1.449800</geo:lat>
		<geo:long>125.201900</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47b5c59788ae199d89d532f4d0210247?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pajimbung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PACARAN MENURUT HUKUM ISLAM</title>
		<link>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/04/pacaran-menurut-hukum-islam/</link>
		<comments>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/04/pacaran-menurut-hukum-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 03:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pajimbung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interferensi diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pajimbung.wordpress.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Assallamuallaikum wr wb&#8230;. Istilah pacaran tidak bisa lepas dari remaja, karena salah satu ciri remaja yang menonjol adalah rasa senang kepada lawan jenis disertai keinginan untuk memiliki. Pada masa ini, seorang remaja biasanya mulai &#8220;naksir&#8221; lawan jenisnya. Lalu ia berupaya melakukan pendekatan untuk mendapatkan kesempatan mengungkapkan isi hatinya. Setelah pendekatannya berhasil dan gayung bersambut, lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=240&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assallamuallaikum wr wb&#8230;.<br />
Istilah pacaran tidak bisa lepas dari remaja, karena salah satu ciri<br />
remaja yang menonjol adalah rasa senang kepada lawan jenis disertai<br />
keinginan untuk memiliki. Pada masa ini, seorang remaja biasanya<br />
mulai &#8220;naksir&#8221; lawan jenisnya. Lalu ia berupaya melakukan pendekatan<br />
untuk mendapatkan kesempatan mengungkapkan isi hatinya. Setelah<br />
pendekatannya berhasil dan gayung bersambut, lalu keduanya mulai<br />
berpacaran.<br />
<span id="more-240"></span><br />
Pacaran dapat diartikan bermacam-macam, tetapi intinya adalah<br />
jalinan cinta antara seorang remaja dengan lawan jenisnya. Praktik<br />
pacaran juga bermacam-macam, ada yang sekedar berkirim surat,<br />
telepon, menjemput, mengantar atau menemani pergi ke suatu tempat,<br />
apel, sampai ada yang layaknya pasangan suami istri.</p>
<p>Di kalangan remaja sekarang ini, pacaran menjadi identitas yang<br />
sangat dibanggakan. Biasanya seorang remaja akan bangga dan percaya<br />
diri jika sudah memiliki pacar. Sebaliknya remaja yang belum<br />
memiliki pacar dianggap kurang gaul. Karena itu, mencari pacar di<br />
kalangan remaja tidak saja menjadi kebutuhan biologis tetapi juga<br />
menjadi kebutuhan sosiologis. Maka tidak heran, kalau sekarang<br />
mayoritas remaja sudah memiliki teman spesial yang disebut &#8220;pacar&#8221;.</p>
<p>Lalu bagaimana pacaran dalam pandangan Islam???<br />
Istilah pacaran sebenarnya tidak dikenal dalam Islam. Untuk istilah<br />
hubungan percintaan antara laki-laki dan perempuan pranikah, Islam<br />
mengenalkan istilah &#8220;khitbah (meminang&#8221;. Ketika seorang laki-laki<br />
menyukai seorang perempuan, maka ia harus mengkhitbahnya dengan<br />
maksud akan menikahinya pada waktu dekat. Selama masa khitbah,<br />
keduanya harus menjaga agar jangan sampai melanggar aturan-aturan<br />
yang telah ditetapkan oleh Islam, seperti berduaan, memperbincangkan<br />
aurat, menyentuh, mencium, memandang dengan nafsu, dan melakukan<br />
selayaknya suami istri.</p>
<p>Ada perbedaan yang mencolok antara pacaran dengan khitbah. Pacaran<br />
tidak berkaitan dengan perencanaan pernikahan, sedangkan khitbah<br />
merupakan tahapan untuk menuju pernikahan. Persamaan keduanya<br />
merupakan hubungan percintaan antara dua insan berlainan jenis yang<br />
tidak dalam ikatan perkawinan.<br />
Dari sisi persamaannya, sebenarnya hampir tidak ada perbedaan antara<br />
pacaran dan khitbah. Keduanya akan terkait dengan bagaimana orang<br />
mempraktikkannya. Jika selama masa khitbah, pergaulan antara laki-<br />
laki dan perempuan melanggar batas-batas yang telah ditentukan<br />
Islam, maka itu pun haram. Demikian juga pacaran, jika orang dalam<br />
berpacarannya melakukan hal-hal yang dilarang oleh Islam, maka hal<br />
itu haram.</p>
<p>Jika seseorang menyatakan cinta pada lawan jenisnya yang tidak<br />
dimaksudkan untuk menikahinya saat itu atau dalam waktu dekat,<br />
apakah hukumnya haram? Tentu tidak, karena rasa cinta adalah fitrah<br />
yang diberikan allah, sebagaimana dalam firman-Nya berikut:<br />
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan<br />
untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung<br />
dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa<br />
kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar<br />
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Rum: 21)</p>
<p>Allah telah menjadikan rasa cinta dalam diri manusia baik pada laki-<br />
laki maupun perempuan. Dengan adanya rasa cinta, manusia bisa hidup<br />
berpasang-pasangan. Adanya pernikahan tentu harus didahului rasa<br />
cinta. Seandainya tidak ada cinta, pasti tidak ada orang yang mau<br />
membangun rumah tangga. Seperti halnya hewan, mereka memiliki<br />
instink seksualitas tetapi tidak memiliki rasa cinta, sehingga<br />
setiap kali bisa berganti pasangan. Hewan tidak membangun rumah<br />
tangga.<br />
Menyatakan cinta sebagai kejujuran hati tidak bertentangan dengan<br />
syariat Islam. Karena tidak ada satu pun ayat atau hadis yang<br />
secara eksplisit atau implisit melarangnya. Islam hanya memberikan<br />
batasan-batasan antara yang boleh dan yang tidak boleh dalam<br />
hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri.</p>
<p>Di antara batasan-batasan tersebut ialah:</p>
<p>1. Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kepada zina<br />
Allah SWT berfirman, &#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina:<br />
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu<br />
jalan yang buruk.&#8221; (QS. Al-Isra: 32) Maksud ayat ini, janganlah kamu<br />
melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa menjerumuskan kamu pada<br />
perbuatan zina. Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan<br />
dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk<br />
bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.</p>
<p>2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahramnya<br />
Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Lebih baik memegang besi yang panas<br />
daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau<br />
ia tahu akan berat siksaannya). &#8220;</p>
<p>3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya<br />
Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahramnya untuk berdua-duan.<br />
Nabi SAW bersabda, &#8220;Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,<br />
maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan<br />
yang tidak mahramnya, karena ketiganya adalah setan.&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p>4. Harus menjaga mata atau pandangan<br />
Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang<br />
sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah<br />
berfirman, &#8220;Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka<br />
memalingkan pandangan (dari yang haram) dan menjaga kehormatan<br />
mereka&#8230;..Dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka<br />
meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan<br />
mereka&#8230;&#8221; (QS. An-Nur: 30-31)<br />
Yang dimaksudkan menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan,<br />
tidak melepaskan pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan<br />
jenis penuh dengan gelora nafsu.</p>
<p>5. Menutup aurat<br />
Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang<br />
memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk<br />
suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah<br />
dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak<br />
wangi yang baunya semerbak, memakai &#8220;make up&#8221; dan sebagainya setiap<br />
langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang<br />
memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti<br />
perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apa lagi<br />
masuk surga)<br />
Selagi batasan di atas tidak dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh.<br />
Tetapi persoalannya mungkinkah pacaran tanpa berpandang-pandanga n,<br />
berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. Kalau<br />
mungkin silakan berpacaran, tetapi kalau tidak mungkin maka jangan<br />
sekali-kali berpacaran karena azab yang pedih siap menanti Anda.<br />
Wassallamu`allaikumsallam wr wb&#8230;</p>
<p>sumber :</p>
<p>http://i-comers.com/showthread.php?p=368785</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pajimbung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pajimbung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pajimbung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pajimbung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pajimbung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pajimbung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pajimbung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pajimbung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pajimbung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pajimbung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pajimbung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pajimbung.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pajimbung.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pajimbung.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=240&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/04/pacaran-menurut-hukum-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>1.449800 125.201900</georss:point>
		<geo:lat>1.449800</geo:lat>
		<geo:long>125.201900</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47b5c59788ae199d89d532f4d0210247?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pajimbung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STUDI KRITIS PEMAHAMAN ISLAM</title>
		<link>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/04/studi-kritis-pemahaman-islam/</link>
		<comments>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/04/studi-kritis-pemahaman-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 02:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pajimbung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interferensi diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pajimbung.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Adam tidak tinggal di Syurga ! (Pengupasan ilmiah tentang Jannah dan penerbangan antar planet) Oleh : Armansyah Al Qur&#8217;an banyak sekali bercerita masalah penciptaan manusia yang pertama oleh Allah Swt, yaitu Adam hingga kronologi turunnya Adam bersama sang istri, Siti Hawa, untuk menjadi khalifah dibumi. Dalam banyak ayat, Al Qur&#8217;an mengatakan bahwa tempat mula-mula Adam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=236&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#800000;">Adam tidak tinggal di Syurga !<br />
(Pengupasan ilmiah tentang Jannah dan  penerbangan antar planet)<br />
Oleh : Armansyah</span></strong></p>
<p><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Al Qur&#8217;an banyak sekali bercerita masalah  penciptaan manusia yang pertama oleh Allah Swt, yaitu Adam hingga kronologi  turunnya Adam bersama sang istri, Siti Hawa, untuk menjadi khalifah dibumi. </span></span></p>
<p><span style="color:black;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Dalam banyak ayat, Al Qur&#8217;an mengatakan  bahwa tempat mula-mula Adam dan Hawa adalah disuatu tempat bernama </span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><em><span style="color:#623100;">&#8220;Jannah&#8221;</span></em></strong><span style="color:#623100;">, yang oleh kebanyakan ahli tafsir diterjemahkan sebagai </span><strong><em><span style="color:#623100;">&#8220;surga&#8221;</span></em></strong><span style="color:#623100;">, sebagaimana surga yang dijanjikan untuk orang-orang yang beriman  pada hari kemudian. </span></span></span></p>
<p><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Tetapi &#8230;  benarkah demikian adanya ?<br />
Tidakkah akan dijumpai beberapa kejanggalan dan  menimbulkan masalah yang irrasional dan bertentangan dengan akal pikiran  manusia, begitu memasuki pemahaman AlQur&#8217;an lebih jauh lagi ? </span></span><br />
<span id="more-236"></span><br />
<span style="font-family:Arial;">Bukankah Allah  sendiri mengatakan bahwa Al Qur&#8217;an itu adalah kitab petunjuk bagi orang yang  bertakwa dan suatu kitab yang isinya mudah dipahami ? </span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">&#8220;Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang  bertaqwa.&#8221;<br />
<strong>(QS. 2:2) </strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"> </span></span></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">&#8220;Sesungguhnya Kami menjadikan AlQur&#8217;an dalam bahasa Arab supaya  kamu memahami(nya).&#8221;<br />
<strong>(QS. 43:3) </strong></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="color:black;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Dan memang, pilihan Allah terhadap bahasa Arab sebagai bahasa  Qur&#8217;an agar mudah dipahami rasanya sangat tepat sekali, karena bahasa Arab  adalah bahasa yang kaya akan makna dan gaya bahasa serta memiliki seni keindahan  tersendiri, baik dari tata bahasanya, cara pelafazannya dan lain sebagainya.  Apalagi memang Rasul Muhammad Saw sendiri diutus dari kalangan bangsa Arab, yang  secara otomatis bahasa Arab menjadi bahasa ibunya. </span></p>
<p></span></span><span style="color:black;"> </span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan jika Kami jadikan dia  /sebagai/ <em>bacaan</em> asing tentulah mereka bertanya : &#8220;Mengapa tidak  dijelaskan ayat-ayatnya ?&#8221;. Apakah /patut bahasanya/ asing dan /Rasul adalah  orang/ Arab ?&#8221;<br />
<strong>(QS. 41:44) </strong></span></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Kembali kita pada permasalahan semula, yaitu mengenai kata-kata  Jannah yang disebut didalam AlQur&#8217;an sebagai tempat tinggal Adam dan istrinya  sebelum diturunkan kebumi, tidaklah tepat kita artikan sebagai surga. </span></p>
<p></span> </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Ada pengertian lain yang lebih tepat untuk  penafsiran kata Jannah ketimbang dari penafsiran surga, yaitu </span><strong><em><span style="color:#623100;">Kebun yang  subur !</span></em></strong><span style="color:#623100;"><br />
Dan memang Jannah dalam bahasa Arab dapat berarti kebun dan  dapat juga diartikan sebagai surga. </span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><em><span style="color:#623100;">Dalam hal ini, A.  Hassan untuk tafsir Al-Furqan-nya tetap memakai istilah </span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><span style="color:#623100;">Jannah </span></strong><span style="color:#623100;">untuk tempat  tinggal Adam yang pertama kali, dengan menggunakan catatan kaki pada hal. 10  &#8230;.&#8221;tinggallah di Jannah (kebun atau surga) ini&#8230;.&#8221;</span></span></em><span style="color:#623100;font-size:small;"><br />
<em>Sementara banyak pula  tafsiran lain, termasuk versi Depag RI yang menggunakan pengertian surga untuk  tafsiran kata Jannah</em> </span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Untuk itu,  mari kita bahas lebih jauh lagi dengan berdasarkan dalil-dalil Qur&#8217;an, logika  dan Science modern. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Adam  diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah dibumi<br />
Dan sementara itu Adam  tinggal di jannah yang terletak disuatu tempat<br />
lalu Adam dan Hawa melanggar  atas skenario yang sudah ditentukan Tuhan<br />
selanjutnya Adam dan Hawa  dipindahkan atau diturunkan dari Jannah itu menuju kedunia sebagaimana yang  sudah dikehendaki oleh Allah semula. </span></p>
<p></span><span style="color:black;"> </span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">&#8220;Ketika Tuhan-mu berkata kepada Malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak  jadikan seorang khalifah dibumi !&#8221;. Mereka bertanya: &#8220;Apakah Engkau mau  menjadikan padanya makhluk yang akan membuat bencana padanya dan akan  menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan  Engkau ?&#8221;<br />
Dia menjawab: &#8220;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu  ketahui !&#8221;.<br />
<strong>(QS. 2:30) </strong></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"> </span></span></span></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">&#8220;Hai Adam ! tinggallah  engkau dan istrimu di </span><em><strong><span style="color:#623100;">Jannah</span></strong></em><span style="color:#623100;"> serta makanlah oleh kamu berdua apa-apa yang disukai, tetapi  janganlah kamu mendekati </span><em><strong><span style="color:#623100;">Syajaratu</span></strong></em><span style="color:#623100;">, karena kamu akan termasuk golongan mereka yang zhalim&#8221;.<br />
<strong>(QS. 7:19) </strong></span></span></span></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"> </span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Mungkinkah  Adam saat itu tinggal disurga bersama dengan Jin dan malaikat ?<br />
Ingat &#8230;  Iblis adalah segolongan dari Jin<br />
Hanya saja saat itu mereka belum ingkar,  sampai pada saat perintah sujud kepada Adam<br />
Setan dan Iblis itu adalah dua  nama untuk satu mahkluk jahat<br />
Dan Makhluk jahat ini kita klasifikasikan atas  2 : </span></span></span></span></span></p>
<ol><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"></p>
<li><span style="font-family:Arial;">Golongan  Jin</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Golongan  manusia </span></li>
<p></span></span></span></span></ol>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"> </span></span></span></span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">&#8220;Dan ingatlah, ketika Kami  memerintah kepada malaikat: &#8220;Sujudlah kepada Adam !&#8221;, lalu mereka sujud kecuali  iblis. </span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><em><span style="color:#623100;">Dia adalah dari golongan  jin</span></em></strong><span style="color:#623100;">, maka  ia durhaka kepada perintah Tuhannya !&#8221;<br />
<strong>(QS. 18:50) </strong></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">&#8220;Dan demikianlah Kami jadikan bagi setiap  Nabi itu musuh, </span><span style="color:black;font-size:small;"><em><strong><span style="color:#623100;">syaitan-syaitan /dari/ manusia dan  jin</span></strong></em><span style="color:#623100;">,  sebahagian mereka membisikkan kebohongan kepada sebahagian yang lain sebagai  tipu daya.&#8221;<br />
<strong>(QS. 6:112) </strong></span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"> </span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#623100;">Sekarang jika kita  memahami pengertian </span><span style="color:black;font-size:small;"><em><strong><span style="color:#623100;">Jannah</span></strong></em><span style="color:#623100;"> sebagai </span><strong><em><span style="color:#623100;">surga</span></em></strong><span style="color:#623100;"> yang akan kita tempati pula pada hari akhir nanti  :</span></span></span><span style="color:#623100;font-size:small;"> </span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Apakah Adam tinggal disurga bersama jasad kasarnya ?<br />
Apakah dia  juga bisa melihat Tuhan ? melihat malaikat ? melihat Jin ?<br />
Bukankah Tuhan  berfirman ataupun berkata-kata kepada Adam ? hal ini mengingat dalam Qur&#8217;an  tidak ada disebutkan bahwa Tuhan mewahyukan kepada Adam selama dia masih didalam  <em>Jannah</em> melalui perantara Jibril.<br />
Bukankah juga Adam melihat akan  sujudnya para malaikat kepada dirinya ? atau tidak ? </span></p>
<p></span> </span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Iblis jelas sudah ingkar, tapi kenapa masih  ada dalam surga yang suci ?<br />
Buktinya dia masih bisa merayu Adam dan istrinya  untuk mendekati </span><em><strong><span style="color:#623100;">Syajarah</span></strong></em><span style="color:#623100;"><br />
</span><em><span style="color:#623100;">dalam  terjemahan Indonesia, biasanya ditafsirkan sebagai </span><strong><span style="color:#623100;">&#8220;pohon terlarang dalam  surga&#8221;</span></strong></em><span style="color:#623100;font-size:small;"> </span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Ad</span></span></span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;font-size:small;">akah hubungan antara </span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><span style="color:#623100;">Jannah </span></strong><span style="color:#623100;font-size:small;">tempat tinggal Adam pada mulanya itu dengan Jannah yang  dikatakan terletak didekat Sidratul Muntaha, dimana Rasulullah Muhammad Saw  melakukan</span><span style="color:black;font-size:small;"> <span style="color:#ff0000;">perjalanan Mi&#8217;rajnya</span></span></span><span style="color:#ff0000;font-size:small;"> </span><span style="color:#623100;font-size:small;">seperti pada surah 53:15 ? </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Dalam hal ini saya akan mencoba mengupas semua pertanyaan ini  dengan gamblang dan logis, berdasarkan hal-hal yang dapat diterima oleh akal dan  pikiran manusia wajar dan dapat pula dianalisis dengan ilmu pengetahuan, baik  sekarang apalagi dimasa yang akan datang, InsyaAllah. </span></p>
<p></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"> </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"><img src="images/bar1.gif" border="0" alt="" width="520" height="9" /></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><img src="images/greendot.gif" border="0" alt="" width="13" height="13" /></span><span style="font-family:Arial;"><span style="color:black;font-size:large;"> </span><span style="color:#623100;font-size:large;">Pemahaman &amp; Pendapat  Saya</span><span style="color:black;font-size:small;"> </span></span><span style="color:black;font-size:small;"><img src="images/greendot.gif" border="0" alt="" width="13" height="13" /></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"><img src="images/bar1.gif" border="0" alt="" width="520" height="9" /></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Adam pada mulanya tinggal </span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><em><span style="color:#623100;">disebuah kebun yang sangat subur yang terletak disuatu tempat yang  tinggi</span></em></strong><span style="color:#623100;">,  Adam memang bisa melihat malaikat dan Jin namun Adam tidak bisa melihat Tuhan  karena halusnya zat dari Tuhan itu sendiri dan bersesuaian dengan ayat 6:103 </span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"> </span></span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dia tidak dapat dicapai  oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu karena  Dia amat Halus lagi Mengetahui.&#8221;<br />
<strong>(QS. 6:103) </strong></span></span></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Percakapan yang terjadi antara Tuhan dengan Adam as dibatasi oleh  penghalang yang dalam AlQur&#8217;an disebut dengan tabir/hijab sebagaimana pada ayat  42:51 </span></p>
<p></span><span style="color:black;"> </span></span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan tidak bagi seorang  manusiapun bahwa Allah berkata-kata kepadanya melainkan dengan ilham atau dari  belakang tabir (hijab) atau Dia mengirim utusan /malaikat/ lalu dia mewahyukan  dengan seizin-Nya apa-apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi  Maha Bijaksana.<br />
<strong>(QS. 42:51) </strong></span></span></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Dialog dan  sujudnya para malaikat dan Jin terhadap Adam terjadi secara real, juga terhadap  ingkarnya Iblis terjadi secara nyata dihadapan Adam as dengan kata lain  <em>disaksikan oleh Adam as</em>. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Hal ini dapat  kita terima secara logis,<br />
Dalam ilmu agama, batin atau tenaga dalam, ada yang  disebut dengan kasyaf atau tembus pandang<br />
dimana seseorang dapat melihat  tembus hal-hal ghaib yang orang lain tidak mampu melihatnya<br />
hal ini  seringkali kita temukan dalam dunia sehari-hari </span></p>
<p></span><span style="color:black;"> </span></span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">&#8220;Kami akan memperlihatkan  kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap ufuk dan </span><span style="color:black;font-size:small;"><em><strong><span style="color:#623100;">pada diri  mereka sendiri</span></strong></em><span style="color:#623100;">, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa itu benar. Dan tidakkah  cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menyaksikan segala sesuatu ?&#8221;<br />
<strong>(QS. 41:53) </strong></span></span></span></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Ayat diatas  dapat dipergunakan secara umum, karena memang amat sangat banyak tanda-tanda  kekuasaan dan ilmu Tuhan itu didalam diri kita selaku manusia ini, baik itu  dimulai dari bentuk jasmani/phisik sampai pada anatomi tubuh bagian dalam, yang  melingkupi sel-sel, tulang, darah dan sebagainya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Mari kita baca  ayat berikut ini : </span></p>
<p></span><span style="color:black;"> </span></span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">&#8220;Lalu keduanya  digelincirkan oleh syaitan dari Jannah itu </span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><em><span style="color:#623100;">&#8211; DAN  DIKELUARKAN DARI KEADAAN SEMULA &#8211;</span></em></strong><span style="color:#623100;"> dan Kami berfirman: </span><em><strong><span style="color:#623100;">&#8220;Turunlah  kamu ! </span></strong></em><span style="color:#623100;">Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada  tempat kediaman di bumi, dan kelengkapan hidup sampai waktu yang  ditentukan&#8221;.<br />
<strong>(QS. 2:36) </strong></span></span></span></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><em>Keadaan  semula ini</em> bisa juga diterjemahkan dengan <em>terkeluar dari keadaan yang  mereka sudah ada padanya.</em><br />
Sekarang yang menjadi pertanyaan&#8230;&#8230;.keluar  dari keadaan semula atau keadaan yang sudah ada pada mereka yang bagaimanakah  maksudnya ? </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Apakah ini  bisa diartikan bahwa Adam dan Hawa dikeluarkan dari kesucian mereka, bukankah  mereka sebelumnya makhluk yang suci sebelum akhirnya melanggar ? </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Ataukah  merupakan keluarnya mereka dari keadaan kasyaf mereka mula-mula yang dapat  melihat segala sesuatu selain zat Allah yang Maha Halus. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;font-size:small;">Namun, jika kita mengatakan bahwa  maksud dari <em>dikeluarkan dari keadaan semula</em> adalah dikeluarkannya Adam  dan istrinya dari Jannah, maka hal itu </span><span style="color:#ff0000;font-size:small;">kurang tepat</span><span style="color:#ff0000;font-size:small;">, </span><span style="color:black;font-size:small;">sebab pernyataan yang demikian, yaitu masalah pengeluaran Adam ini  disebutkan pada kalimat berikutnya, pada saat Allah berfirman menyuruh mereka  pergi (setelah kesalahannya diampuni oleh Allah). </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;"><em>Silahkan melihat kembali ayat 2:36 tersebut dengan lebih teliti  dan lihat juga Surah 20:122 dan 123 !</em> </span></p>
<p></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"> </span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">&#8220;Lalu keduanya  digelincirkan oleh syaitan dari Jannah itu dan dikeluarkan dari keadaan semula  dan Kami berfirman: </span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:red;"><em><strong><span style="color:#623100;">&#8220;Turunlah  kamu ! </span></strong></em><span style="color:#623100;">Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada  tempat kediaman di bumi, dan kelengkapan hidup sampai waktu yang  ditentukan</span></span><span style="color:#623100;">&#8220;.<br />
<strong>(QS.  2:36) </strong></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">&#8220;Kemudian Tuhannya memilihnya maka </span><span style="color:black;font-size:small;"><em><strong><span style="color:#623100;">Dia menerima taubatnya dan memberinya  petunjuk</span></strong></em><span style="color:#623100;">.  Allah berfirman:Turunlah kamu berdua dari Jannah bersama-sama, sebagian kamu  menjadi musuh sebahagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk  daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat  dan ia tidak akan celaka.&#8221;<br />
<strong>(QS. 20:122-123) </strong></span></span></span></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Pada surah  20:122 dikatakan bahwa <em>Tuhan memilihnya (Adam)</em>, ini bisa kita tafsirkan  bahwa Allah memilih Adam atau dalam hal ini berperan sebagai makhluk manusia  yang dekat denganNya dan merupakan makhluk yang paling mulia dari semua makhluk  Allah yang ada yang sudah diciptakan oleh Allah. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Namun kata  <em>Tuhan memilihnya</em> ini juga bisa kita tafsirkan dengan terpilihnya Adam  dari makhluk-makhluk Allah yang telah lebih dulu ada dan tercipta untuk mendiami  planet bumi. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dan memang  benar tidak dijelaskan secara nyata bahwa Allah akan menunjuk manusia sebagai  penghuni bumi, tetapi pendapat yang demikian kiranya bisa dibantah oleh surah  2:30-34 yang jelas menunjukkan bahwa Allah telah menjadikan Adam sebagai makhluk  yang akan memegang tampuk kekhalifahan Tuhan dibumi. </span></p>
<p></span><span style="color:black;"> </span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">&#8220;Ketika Tuhan-mu  berkata kepada Malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku hendak jadikan seorang khalifah  dibumi !&#8221;. Mereka bertanya: &#8220;Apakah Engkau mau menjadikan padanya makhluk yang  akan membuat bencana padanya dan akan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih  dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ?&#8221;<br />
Dia menjawab: &#8220;Sesungguhnya  Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui !&#8221;.<br />
<strong>(QS. 2:30) </strong></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"> </span></span></span></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">&#8220;</span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><span style="color:#623100;">Lalu Dia mengajarkan kepada Adam  keterangan-keterangan itu semuanya</span></strong><span style="color:#623100;">, kemudian Dia menunjukkan benda-benda itu  kepada para Malaikat seraya berkata: &#8220;Sebutkanlah kepada-Ku  keterangan-keterangan ini jika memang kamu makhluk yang benar !&#8221; Mereka  menjawab:&#8221;Maha Suci Engkau ! tiada yang kami ketahui selain apa yang telah  Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Mengetahui,  Bijaksana.&#8221;<br />
<strong>(QS. 2:31-32) </strong></span></span></span></span></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"> </span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="font-family:Arial;color:#623100;font-size:x-small;">Catatan : </span></strong><span style="font-family:Arial;color:#623100;font-size:small;"><br />
</span></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;"><br />
</span><em><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Sebenarnya terjemahan </span><strong><span style="color:#623100;">&#8220;Hakim&#8221;</span></strong><span style="color:#623100;"> dengan </span><strong><span style="color:#623100;">&#8220;Maha  bijaksana&#8221;</span></strong><span style="color:#623100;"> pada ayat terakhir 32 (Innaka Antal &#8216;alimul Hakim) kuranglah tepat, karena arti </span><strong><span style="color:#623100;">Hakim</span></strong><span style="color:#623100;"> ialah </span><strong><span style="color:#623100;">Yang mempunyai Hikmah</span></strong><span style="color:#623100;">. Hikmah adalah penciptaan dan penggunaan  sesuatu yang sesuai dengan sifat, guna dan faedahnya. Tetapi disini diartikan  dengan &#8220;Maha Bijaksana&#8221; karena dianggap arti tersebut hampir mendekati  pengertian &#8220;Hakim&#8221;. </span></span></em></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:navy;"><span style="color:black;font-size:small;"><em> </em></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Sekarang jika benar  bahwa Adam dapat melihat Iblis, kenapa Adam dapat terpedaya oleh Iblis  ?<br />
Bukankah Adam dapat melihat Iblis ? </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Benar Adam dapat melihat Iblis </span><strong><em><span style="color:#623100;">pada waktu  itu,</span></em></strong><span style="color:#623100;"> tapi  Iblis sendiri sejak dia menolak untuk hormat kepada Adam, sudah bersumpah kepada  Tuhan untuk menyesatkan mereka dan keturunannya kelak dikemudian hari.<br />
Iblis  sendiri dan juga Adam, tidak mengetahui bahwa semuanya itu sudah diatur oleh  Allah. </span></span></p>
<p></span><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Allah  menyatakan bahwa Dia akan menjadikan Adam khalifah dibumi hanya kepada malaikat,  bukan kepada Adam dan bukan juga kepada Jin/Iblis ! </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Selanjutnya,  Allah menciptakan Adam dan disuruhlah malaikat dan Jin untuk bersujud, hormat  kepadanya.<br />
Salah satu golongan dari Jin, yaitu Iblis, menolak perintah Allah  tersebut dengan bersombong diri bahwa dia lebih mulia ketimbang Adam dalam hal  kejadiannya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Allah menegur  Iblis dan Iblis memintakan penangguhan dirinya hingga hari kiamat kelak.  Permintaan Iblis dikabulkan oleh Allah dan jadilah Adam diberikan ujian terhadap  Iblis, sedang Iblis sendiri tidak sadar bahwa dengan godaannya itulah justru  kehendak Allah akan tercapai, yaitu menjadikan Adam dan keturunannya khalifah  dibumi, bukan diJannah tersebut. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="text-decoration:underline;">Inilah  sedikit bukti bahwa Adam dapat melihat para Malaikat, Jin dan Iblis :</span> </span></p>
<p></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"> </span></p>
<blockquote><p><span style="color:navy;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;"><em>Dan dia bersumpah  kepada keduanya:</em> &#8220;Sesungguhnya aku ini bagi kamu, termasuk dari mereka yang  memberi nasehat.&#8221; (QS. 7:21) </span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;"> </span><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Bagaimanakah Iblis dapat </span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><span style="color:#623100;">mengucapkan sumpah pada keduanya </span></strong><span style="color:#623100;">jika dia tidak dapat dilihat oleh Adam dan  istrinya ? </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Belum lagi pada waktu Allah mengingatkan kepada Adam pada waktu  Iblis menyatakan keingkarannya terhadap perintah Tuhan agar dia sujud,  menghormat kepada Adam as, tentunya Adam menyaksikan peristiwa penolakan Iblis  itu dan langsung Allah mewanti-wanti Adam terhadap makhluk itu : </span></p>
<p></span><span style="color:black;"> </span></p>
<blockquote><p><span style="color:navy;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Lalu Kami berkata: &#8220;Hai  Adam ! sesungguhnya ini musuh bagimu dan bagi isterimu, maka janganlah ia  mengeluarkan kamu berdua dari Jannah, karena engkau akan menjadi  susah.&#8221;<br />
<strong>(20:117) </strong></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Selanjutnya, akan saya ketengahkan satu Hadits Qudsi yang mendukung  pendapat bahwa Adam dapat melihat mereka: </span></p>
<p></span><span style="color:black;"> </span></p>
<blockquote><p><span style="color:navy;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Abdullah bin Muhammad  bercerita kepada kami, Abdur Razaq bercerita kepada kami dari Ma&#8217;mar dari Hammam  dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi Saw bersabda : &#8220;Allah menciptakan Adam,  tingginya 60 hasta&#8221;, kemudian Allah berfirman: &#8220;Pergilah, berilah salam kepada  malaikat itu, dan dengarkan penghormatan mereka kepadamu itulah penghormatanmu  dan penghormatan keturunanmu&#8221;. Adam berkata: &#8220;Assalamu&#8217;alaikum /semoga  kesejahteraan tetap atasmu/&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Assalamu&#8217;alaikum warahmatullah  /semoga kesejahteraan dan rahmat Allah atasmu/&#8221;. Mereka menambah wa rahmatullah  /dan rahmat Allah/. Setiap manusia yang masuk surga dengan bentuk seperti Adam,  penciptaan itu senantiasa berkurang sampai sekarang.&#8221; </span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;"> </span><span style="font-family:Arial;"><em><span style="color:#623100;">Ditahrijkan oleh Al  Bukhari dalam kitab Bad&#8217;ul Khalqi, Bab Khalqu Adam jilid IV, hal 131 dan  termaktub dalam buku </span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><span style="color:#623100;">Kelengkapan Hadist-Qudsi terbitan CV.  Toha Putra Semarang </span></strong><span style="color:#623100;">yang aslinya diterbitkan oleh Lembaga AlQur&#8217;an dan AlHadist  Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Kementrian Waqaf Mesir, Bab 10 : Tentang  Penciptaan Adam halaman 158 s.d 175.</span></span></em><span style="color:#623100;font-size:small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Dan Adam  memang berhasil diperdaya oleh Iblis untuk mendekati <em>pohon  terlarang</em><br />
Tapi &#8230;. benarkah didalam Jannah atau kebun itu terdapat  sebuah pohon yang terlarang untuk dimakan buahnya oleh Adam dan istri ? </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Mari kita  tinjau dulu arti <em>pohon terlarang</em> ini dari ayat aslinya : </span></p>
<p></span><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Istilah yang dipakai oleh Qur&#8217;an untuk  menyatakannya adalah dengan </span><strong><span style="color:#623100;">Syajaratu atau Syajarah </span></strong><span style="color:#623100;">yang selalu ditafsirkan oleh para penafsir  Qur&#8217;an dengan kata <em>pohon</em>.<br />
Padahal tidak demikian adanya. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Istilah </span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><span style="color:#623100;">Syajaratu</span></strong><span style="color:#623100;"> memiliki pengertian </span><strong><span style="color:#623100;">Pertumbuhan</span></strong><span style="color:#623100;">, dan istilah </span><strong><span style="color:#623100;">Syajarah</span></strong><span style="color:#623100;"> berarti </span><strong><span style="color:#623100;">Bertumbuh</span></strong><span style="color:#623100;"> bukan = pohon.<br />
Adapun yang berarti pohon ialah </span><strong><span style="color:#623100;">Syajaruh</span></strong><span style="color:#623100;">, seperti yang tercantum pada ayat 16/68, 27/60, 36/80 dan 55/6. </span></span></span></p>
<p></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Istilah Syajarah atau Syajaratu yang juga berarti &#8216;Pertumbuhan&#8217;  akan kita dapati pada surah 48:18 sbb : </span></p>
<p></span><span style="color:#623100;"> </span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Sesungguhnya  Allah telah ridho terhadap orang-orang yang beriman itu ketika mereka berjanji  setia kepadamu dibawah </span></span><span style="font-family:Arial;color:#ff0000;font-size:small;">&#8216;Pertumbuhan&#8217;</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#ff0000;">,</span><span style="font-family:Arial;color:black;"> </span><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Dia mengetahui apa yang dihati mereka lalu  Dia menurunkan ketentraman atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan  kemenangan yang dekat.&#8221;<br />
<strong>(QS. 48:18) </strong></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Pertumbuhan  pada terjemahan diatas ini adalah perkembangan iman atau pertumbuhan Islam  sewaktu AlQur&#8217;an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Waktu itu Allah memberikan  ketenangan dalam hati orang-orang Islam walaupun ketika itu keadaan musuh sangat  membahayakan. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;font-size:small;">Hal semacam ini terjadi sebagaimana  juga pada</span><span style="color:black;font-size:small;"> <span style="color:red;">perjanjian Aqabah pertama /Bai&#8217;atul Aqabatil Ula/</span> </span><span style="color:#623100;font-size:small;">yang sering disebut juga dengan nama </span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;">Bai&#8217;atun Nisaa&#8217; /Perjanjian wanita/</span><span style="color:#623100;font-size:small;"> karena dalam ba&#8217;iat itu ikut  seorang wanita bernama</span> <span style="color:#623100;">&#8216;Afra binti &#8216;Abid bin  Tsa&#8217;labah</span> serta <span style="color:red;">Ba&#8217;iatul Aqabah ats Tsaaniyah /Perjanjian  Aqabah kedua/</span> </span><span style="color:#623100;font-size:small;">yang masing-masing menyatakan kesiapan dan kesanggupan penduduk Yatsrib  /Madinah/ untuk setia terhadap Nabi dan membela beliau walaupun umat Islam saat  itu masih bisa dihitung dengan jari alias masih dalam tingkat pertumbuhan. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Dan dengan  pengertian serta perbedaan kedua arti kata itu, maka sekarang bisa diartikan  sebagai dilarangnya Adam oleh Tuhan untuk melakukan persetubuhan/pertumbuhan  dengan Hawa didalam Jannah tersebut, meskipun waktu itu Hawa sudah menjadi istri  dari Adam. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Pertumbuhan  itu adalah kata lain untuk pembuahan yang terjadi akibat hubungan suami istri<br />
Karena itulah ayat AlQur&#8217;an tidak melarang Adam &#8216;Jangan memakan&#8217; atau  &#8216;Jangan mengambil buah pohon&#8217; tetapi yang dinyatakan kepada Adam adalah &#8216;Jangan  mendekati pertumbuhan&#8217;. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Ingat, sewaktu  pertama diciptakan, Adam telah diberitahukan oleh Allah mengenai hakekat segala  sesuatunya. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">AlQur&#8217;an  memang melukiskan kejadian tersebut sedemikian rupanya melalui kalimat-kalimat  yang halus dan baik sehingga menjadi sopan dan indah dengan perkataan  <em>Syajarah atau Syajaratu</em> yang oleh para penafsir selama ini diartikan  dengan pohon. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Mereka dapat  dibujuk oleh Iblis agar melakukan persetubuhan tersebut lalu keduanya terjebak  dan terbuai akan kenikmatan tersebut sehingga ketika mereka sadar mereka  mendapati bahwa tubuh mereka sudah tidak lagi terbungkus dengan pakaian karena  pakaian mereka sudah terlempar kesana kemari. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Dan ini  bersesuaian dengan ayat 7:22 yang menyatakan bahwa setelah mereka merasakan  &#8220;buah dari pohon itu&#8221; yang bisa diartikan &#8220;hasil /buah/ dari perbuatan mereka  tersebut&#8221;, mereka tersentak karena menyadari telah dapat melihat aurat  masing-masing. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Dan mereka  mulai menutupi aurat mereka dengan daun-daun yang ada dikebun tersebut secara  refleks, sebab mereka tidak sempat lagi berpikir kemana pakaian mereka  sebelumnya terlempar &#8230; refkesi ini dapat saja terjadi karena begitu sadar  mereka telah melanggar ketentuan dari Tuhan, saking paniknya mengambil apa saja  untuk menutupi keadaan diri masing-masing, untuk selanjutnya Adam meminta ampun  kepada Allah atas pelanggarannya itu. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Perbuatan Adam  ini dinilai oleh Tuhan sebagai orang yang tidak memiliki kemauan yang kuat untuk  memenuhi perintah Allah sebagaimana ayat 20:115, meskipun memang semuanya itu  adalah kehendak dari Allah agar Adam turun kebumi dan menjadi khalifah disana. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Apa yang  dilakukan oleh Adam dan istrinya itu, bukan suatu dosa sehingga semua manusia  harus mewarisi dosa turunan mereka itu, Allah memang sebaik-baiknya perencana,  jauh sebelum penciptaan Adam, Allah sudah berfirman akan menjadikannya sebagai  khalifah dibumi, bukan di Jannah, dan Iblis tidak tahu itu sehingga dia  menganggap bahwa dengan turunnya Adam kebumi, Adam akan dibenci oleh Tuhan dan  akan berdosa seumur hidupnya serta akan diwarisi pula oleh keturunannya. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Sama sekali  TIDAK !<br />
Allah sudah mengampuni perbuatan Adam dan istrinya itu.<br />
Adapun  turunnya Adam kebumi adalah atas kehendak dan rencana Allah sendiri, bukan  rencana Iblis ! </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Makanya hawa  nafsu adalah salah satu dari sekian banyak hal yang amat berbahaya bagi manusia,  dari peradaban dulu hingga jaman kita sekarang ini dan telah pula diingatkan  oleh Rasulullah Muhammad Saw kepada umatnya sewaktu pulang dari peperangan Badar  serta banyaknya ayat AlQur&#8217;an yang mengingatkan manusia perihal pengendalian  hawa nafsu ini. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Dan ini  menjadi semacam peringatan keras sekaligus pelajaran berharga bagi kita sebagai  anak cucu Adam, bahwa betapa sukarnya untuk mengendalikan hawa nafsu, terutama  kepada perempuan alias nafsu syahwat. </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Selanjutnya  Adam bersama istrinya itu diberi amanat oleh Allah agar turun kebumi<br />
Itu  membuktikan bahwa saat itu mereka tidak berada di Bumi ! </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Coba  perhatikan ulang surah 2:36 </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;color:navy;"><span style="color:#623100;">&#8220;Lalu keduanya  digelincirkan oleh syaitan dari Jannah itu dan dikeluarkan dari keadaan semula  dan Kami berfirman:&#8221;</span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><span style="color:#623100;">Turunlah</span></strong><span style="color:#623100;">!&#8221;<br />
<strong>(QS: 2:36) </strong></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong><em><span style="color:#623100;">&#8220;Turunlah&#8221;</span></em></strong><span style="color:#623100;"> itu adalah kalimah perintah, dan dalam bahasa Qur&#8217;annya adalah </span><em><strong><span style="color:#623100;">&#8220;ih bithu&#8221; </span></strong></em><span style="color:#623100;">, dan arti  sebenarnya adalah : </span><em><strong><span style="color:#623100;">&#8220;Turun dari tempat yang tinggi.&#8221;</span></strong></em><span style="color:#623100;">, seperti dari gunung, dan juga dipakai  dengan arti </span><em><strong><span style="color:#623100;">&#8220;Pindah dari satu tempat kesatu tempat  lain.&#8221;</span></strong></em><span style="color:#623100;"> Hal  ini sama dengan yang dikatakan oleh Qur&#8217;an pada turunnya Nabi Nuh dari kapal  kedaratan, jatuhnya batu dari tempat tinggi dan lain sebagainya. </span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Sebagian dari ulama juga berpendapat bahwa mengenai turunnya Adam  ini bukan dari suatu tempat tinggi, katakanlah suatu planet yang ada diluar bumi  ini, tetapi turun derajat dari yang tinggi kepada yang rendah didasarkan atas  keadaan Adam yang telah berdosa. Sebenarnya pendapat demikian telah ditentang  oleh Qur&#8217;an dalam surah 17:70 yang menyatakan bahwa Adam dan keturunannya tetap  dipandang sebagai makhluk ciptaan Allah yang mulia, begitupun oleh surah 20:122  yang menjelaskan bahwa Allah telah memilihnya dan juga memberikan ampunan dan  petunjuk. </span></p>
<p></span><span style="color:black;"> </span></p>
<blockquote><p><span style="color:navy;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Dan sesungguhnya telah  Kami muliakan anak-anak Adam, Kami beri mereka kendaraan di darat dan di laut,  Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan  kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami  ciptakan.<br />
<strong>(QS. 17:70) </strong></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Kita melihat  bahwa AlQur&#8217;an disini juga tidak menjelaskan secara jelas, dimana Adam dan  istrinya itu turun dan bertempat tinggal setelah diperintah oleh Allah keluar  dari Jannah tersebut. Sehingga tetap akan selalu ada kemungkinan bahwa sebelum  Adam berdiam di planet bumi kita ini, Adam dan istrinya telah terlebih dahulu  turun dan mendiami bumi-bumi lainnya disemesta alam ini dan berketurunan disana,  yang mana keturunan dari mereka ini akan menjadi Adam-adam pertama  ditempat-tempat tersebut untuk selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan mereka  keplanet bumi ini sebagai bumi terakhir yang belum mereka kunjungi, dan  merupakan tempat mereka tinggal selama-lamanya, hingga wafatnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Al Qur&#8217;an  sendiri menyatakan bahwa ada banyak sekali terdapat bumi-bumi lainnya diluar  planet bumi yang kita diami ini: </span></p>
<p></span></span><span><span style="color:#623100;font-size:small;"> </span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;font-size:small;">Allah lah yang  menciptakan tujuh langit </span><span style="color:black;"><span style="color:red;">dan seperti itu pula bumi.</span> </span><span style="color:#623100;font-size:small;">Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui  bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah,  ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.<br />
<strong>(QS. 65:12) </strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"> </span></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;font-size:small;">Dan mereka tidak mengagungkan Allah  dengan pengagungan yang semestinya. Padahal </span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:red;">bumi-bumi itu semuanya</span> </span><span style="color:#623100;font-size:small;">dalam genggaman-Nya pada hari kiamat  dan langit digulung dalam kekuasaanNya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa  yang mereka persekutukan.<br />
<strong>(QS. 39:67) </strong></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Kedua ayat yang kita muatkan diatas menunjukkan dengan pernyataan  Allah bahwa bumi ini digandakan, sedangkan istilah &#8220;Ardhu&#8221; yang tercantum pada  ayat 39:67 adalah Isim jamak atau noun plural yang dibuktikan dengan istilah  &#8220;Jamii&#8217;aa&#8221; yang berarti semuanya. ! </span></p>
<p></span><span style="color:#623100;font-size:small;"> </span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;font-size:small;">Adapun </span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><a name="7"><span style="color:#ff0000;">angka</span><span style="color:#ff0000;"> 7 </span></a></span></span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;font-size:small;">yang dipakai didalam AlQur&#8217;an sebanyak 24 kali adalah untuk  maksud yang bermacam-macam. Angka 7 ini sendiri dalam kaidah bahasa Arab dapat  diartikan untuk menerangkan jumlah <em>&#8220;Banyak&#8221; atau Tidak terhitung.</em> </span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Hal ini sama  halnya dengan orang-orang Yunani dan orang-orang Romawi yang menyatakan bahwa  angka 7 mempunyai arti &#8220;<em>Banyak</em>&#8221; dalam makna <em>jumlah yang tidak  ditentukan</em>.<br />
Dalam Qur&#8217;an angka 7 dipakai 7 kali untuk memberikan  bilangan kepada langit (Sama&#8217;), angka 7 dipakai satu kali untuk menunjukkan  adanya 7 jalan diatas manusia. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jadi cukup  logis jika kita TIDAK menganggap bahwa Jannah itu sebagai surga yang dijanjikan  kepada kita kelak, sebab jika tidak demikian, akan muncul beragam pertanyaan  yang tidak terpecahkan. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="text-decoration:underline;">Adapun  beberapa pertanyaan tersebut adalah : </span></span></p>
<p></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"> </span></span></span></p>
<ol><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"></p>
<li><span style="font-family:Arial;">Mungkinkah Adam dan Hawa tinggal  disurga bersama Iblis penggoda dengan jasad kasar ?</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Lalu dimana surga tersebut ?  Abstrakkah ? Konkretkah ? </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Apakah didunia ini ? sehingga  begitu disuruh turun kedunia mereka seolah hanya tinggal menjejakkan kaki  melangkah seolah Doraemon yang memiliki pintu ajaibnya ? </span></li>
<p><span style="color:#623100;"></p>
<li><span style="font-family:Arial;">Lalu bila  syurga itu abstrak, bagaimana bisa Adam dan Hawa tinggal dalam suatu lingkungan  abstrak sementara mereka sendiri terdiri dari materi atau benda yang berwujud ? </span></li>
<p><span style="color:#623100;"></p>
<li><span style="font-family:Arial;">Lalu bagaimana Iblis bisa keluar  dari surga pada saat Adam diusir ?</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Jika Iblis memang sudah diusir dari  surga oleh Allah sewaktu pertama kali ia ingkar atas perintah Allah bagaimana  tahu-tahu Iblis bisa menggoda Adam dan Hawa yang masih disurga ?</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Sedemikian tipisnyakah shelter dari  surga itu sehingga bisa ditembus oleh Iblis ? </span></li>
<p><span style="color:#623100;"></p>
<li><span style="font-family:Arial;">Apakah mereka juga makan dan minum  dengan benda abstrak ?</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Apakah pakaian mereka juga abstrak  ? termasuk daun-daun Jannah yg untuk menutupi tubuh kasar mereka ?</span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Apakah benda-benda yang dikenal  oleh Adam yang diajarkan oleh Allah 2:31 adalah abstrak ? </span></li>
<p></span></span></span></span></span></span></ol>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Sementara surga itu sendiri sebagaimana yang disyaratkan oleh  Qur&#8217;an sebagai suatu tempat yang kekal, dimana tidak satupun dari makhluk yang  bisa keluar dari dalamnya dan tidak akan ada larangan apa-apa disana karena  statusnya adalah sebagai tempat yang suci dan tempat kebebasan. </span></p>
<p></span> </span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">&#8220;Dan orang-orang yang beriman serta beramal  saleh, mereka itu penghuni surga, </span><strong><em><span style="color:#623100;">mereka kekal di  dalamnya.</span></em></strong><span style="color:#623100;">&#8220;<br />
<strong>(QS. 2:82) </strong></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Lainnya lagi,  Adam sudah diajarkan oleh Allah perihal nama-nama benda yang ada pada Jannah  tersebut dan itu adalah konkret sebagaimana pula dengan diri dan keberadaan  Adam, Hawa dan lingkungannya adalah nyata </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Lalu ketika  mereka ada dibumi, toh Adam dan istrinya terbukti tidak terlalu kaget dengan  lingkungan barunya sebab dia sudah mengenal lingkungan itu karena memang  lingkungan bumi tidak berbeda jauh dengan Jannah tempatnya tinggal pertama kali. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Masalah udara  contoh lainnya &#8230; jelas bahwa udara ditempat Adam tinggal dulu adalah sama  dengan udara dibumi ini sebagai zat pernafasannya, begitupula keadaan tanah  tempat mereka berpijak. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Mengenai  keadaan Jannah ini, mari kita lihat petunjuk Allah dalam AlQur&#8217;an : </span></p>
<p></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"> </span></span></span></span></span></span></p>
<blockquote><p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:navy;"><span style="color:#623100;">&#8220;Maka Kami berkata: &#8220;Hai  Adam, sesungguhnya ini (Iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, janganlah  sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari Jannah, yang menyebabkan kamu menjadi  aniaya.<br />
</span><span style="color:black;font-size:small;"><em><strong><span style="color:#623100;">Sesungguhnya kamu tidak akan  kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. dan sesungguhnya kamu tidak akan  merasa dahaga dan tidak akan ditimpa kepanasan&#8221;.</span></strong></em><span style="color:#623100;"><br />
</span></span></span></span></span><span style="font-family:Arial;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><strong>(QS. 20:117-119) </strong></span></span></span></span></span></span></p></blockquote>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;">Apakah dalam  surga ada matahari sehingga Adam dapat merasa panas ? </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jelasnya bahwa  Jannah itu terletak disuatu tempat diluar planet bumi dan tempat dimana orang  tidak akan pernah merasa lapar dan haus sebab didalam Jannah alias kebun yang  subur itu ada banyak buah-buahan pengusir rasa lapar dan dahaganya serta tidak  akan terkena panas matahari yang mengorbit didekatnya akibat kerindangan dari  pohon-pohon yang ada didalam kebun itu sendiri. Juga tidak akan telanjang karena  banyak sekali bahan yang dapat dijadikan sebagai pakaian penutup aurat. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Selanjutnya,  Adam dan istrinya dikirim kebumi dengan kendaraan tertentu dari Jannah tersebut  yang juga dikitari oleh Barkah disekeliling mereka sebagaimana juga terjadi pada  Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin pada waktu peristiwa Mi&#8217;rajnya. </span></p>
<p></span></span><span style="color:#623100;font-size:small;"> </span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="font-family:Arial;"><em><span style="color:#623100;font-size:small;">Masalah Barkah  dan perjalanan Nabi Saw ini kita bahas secara panjang lebar pada</span><span style="color:black;font-size:small;"> Mi&#8217;raj Nabi Muhammad ke Muntaha  (Pengupasan surah An Najm 1 s.d 18) </span><span style="color:#623100;font-size:small;">serta</span><span style="color:black;font-size:small;"> Mi&#8217;raj Nabi Muhammad ke Muntaha (Pengupasan surah Al Israa 1) </span><span style="color:#623100;font-size:small;">yang juga akan diikuti  dengan</span><span style="color:black;font-size:small;"> Mengungkap tentang  Buraq, kendaraan penjelajah inter dimensi.</span></em><span style="color:black;font-size:small;"> </span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="color:black;font-size:small;"> </span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Kita kembali pada Adam dan Hawa, ketika  mereka tiba diplanet bumi kita ini, pesawat/kendaraan mereka itu dikandaskan  oleh Allah disuatu tempat sehingga terpisahlah Adam dan Hawa untuk sekian  lamanya sehingga akhirnya mereka kembali berjumpa <em>di padang Arafah</em>,  berjarak 25 Km dari kota Mekkah dan 18 Km dari Mina. (</span><em><span style="color:#623100;">Arti dari Arafah sendiri adalah </span><span style="color:black;font-size:small;"><strong><span style="color:#623100;">pertemuan.</span></strong><span style="color:#623100;">)</span></span></em><span style="color:#623100;font-size:small;"> </span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;"><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Atau bisa juga  jika kita tetap beranalogi bahwa dari Jannah itu Adam dan istrinya langsung  diturunkan keplanet bumi kita ini tanpa adanya persinggahan dibumi-bumi lainnya,  mereka didaratkan terpisah oleh Allah sebagai pelajaran untuk mereka berdua agar  dapat belajar mengendalikan hawa nafsu mereka masing-masing sekaligus memberikan  kesempatan kepada Adam dan Hawa untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan  barunya dibumi ini yang tidak jauh berbeda dengan keadaan sewaktu mereka masih  di Jannah. Hal ini dapat kita selami dari lamanya waktu mereka berpisah begitu  mereka diturunkan dibumi dari Jannah (<em>menurut salah satu riwayat sekitar 200  tahunan; Wallahu&#8217;alam</em>) </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jelasnya saya  berpendapat bahwa semuanya terjadi secara logis, sesuai dengan sifat dari  AlQur&#8217;an yang mengutamakan kelogisannya </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Memang benar,  bahwa manusia sudah mengalami penerbangan antar planet atau tata surya, jauh  sebelum apa yang disebut dengan Apollo atau Stasiun Mir dibuat oleh Amerika dan  Rusia </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Nabi Adam as  bersama istrinya (Siti Hawa), adalah dua orang manusia ciptaan pertama Tuhan  yang juga merupakan manusia pertama kalinya melakukan perjalanan antar planet  atau juga antar dimensi, yang selanjutnya diteruskan oleh <em>Rasulullah Muhammad  Saw Al-Amin</em> sebagai Nabi dan Rasul Allah sekaligus sebagai manusia pilot  pelopor penjelajahan ruang angkasa di masa lalu dari keturunan Bani Adam. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Tentunya,  penjabaran saya ini akan semakin membuat kontroversi yang berkepanjangan dari  semua rekan-rekan, tetapi cobalah anda menyimak dengan teliti satu persatu  secara perlahan semua apa yang saya tuliskan disini, dan anda ikuti alur  pemikiran saya dengan cermat. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dan untuk  sementara ini saya baru menggunakan satu Hadist yang berupa Hadist Qudsi sebagai  dalil pendukung, sebab saya masih melakukan penggalian terhadap AlQur&#8217;an sebagai  satu-satunya sumber ilmu yang pasti karena merupakan wahyu Allah yang terjaga  kesuciannya serta berfungsi sebagai dalil yang tidak terbantahkan ! </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Sampai saat  ini, rasanya masih belum begitu banyak rahasia-rahasia yang terkandung didalam  Qur&#8217;an dapat dipecahkan oleh manusia, meskipun wahyu Allah itu diturunkan sudah  lebih daripada 14 abad yang lalu !!! </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Qur&#8217;an masih  tetap berupa kitab yang penuh misteri, baik ditinjau dari sudut ilmiah apalagi  dari sudut ayat yang menerangkan tentang hal-hal ghaib. </span></p>
<p></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Jadi makanya saya lebih condong mengatakan  bahwa arti Jannah disana adalah kebun yang terletak </span><strong><span style="color:#623100;">disuatu tempat diluar bumi alias  outer space !</span></strong><span style="color:#623100;"> </span></span></p>
<p><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Dan ini tidak  bertentangan dengan semua ayat Qur&#8217;an manapun juga, sebab sebagai suatu tempat  yang nyata yang terletak diluar planet bumi, Jannah alias kebun yang subur itu  tentunya siapapun masih dapat memasukinya, karena dia tidak bersifat kekal. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Satu hal  lainnya yang semakin menguatkan pendapat ini adalah pernyataan pada surah Al-Jin  72:9 : </span></p>
<p></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;color:#623100;">&#8220;&#8230;Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat  di langit itu.&#8221; <strong>(QS. 72:9) </strong></span></p></blockquote>
<p></span></span></span><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Ayat ini dapat  kita hubungkan dengan pembahasan kita ini bahwa pada masa lalu, memang benar  kaum Malaikat, kaum Jin serta manusia (yang waktu itu Adam dan istrinya)  berkumpul dalam suatu tempat yang bernama Jannah yang terletak <em>di suatu  tempat dilangit</em> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Tetapi dengan  diturunkannya Adam bersama Hawa kebumi dan diusirnya Iblis dari sana maka  <em>tempat tersebut</em> diberikan penjagaan seperti yang termuat dalam ayat  ke-8,9 dan 10 dari surah 72 tersebut. </span></p>
<p></span><span style="font-size:small;"></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;color:#623100;">&#8220;&#8230;kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan  panah-panah api.&#8221; <strong>(QS. 72:8) </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;color:#623100;">&#8220;&#8230;Tetapi sekarang barang siapa yang mencoba mendengarkan tentu  akan menjumpai panah api yang mengintai.&#8221; <strong>(QS. 72:9) </strong></span></p></blockquote>
<p></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;color:#623100;">Ayat-ayat tersebut bersesuaian dengan surah Al-Mulk ayat 5,  sekaligus menjadi penjelas apakah panah-panah api itu : </span></p>
<p></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;color:#623100;">&#8220;Sesungguhnya telah Kami hiasi angkasa dunia itu dengan  <em>bintang-bintang menyala </em>dan Kami jadikan dia hal yang diancamkan untuk  syaitan, dan Kami sediakan semua itu untuk mereka selaku siksaan yang  membakar.&#8221;<br />
<strong>(QS. 67:5) </strong></span></p></blockquote>
<p></span></span><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Mari sekarang  kita berbicara sedikit mengenai masalah bintang yang menyangkut pengetahuan dan  science modern.<br />
Bintang-bintang adalah seperti matahari, benda-benda samawi  yang menjadi wadah fenomena fisik bermacam-macam, yang diantaranya yang paling  mudah dilihat adalah pembuatan cahaya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Bintang-bintang berbeda ukuran dan sifatnya, beberapa buah bintang  lebih kecil daripada bumi, yang lainnya beribu kali lebih besar. Karena bintang  memancarkan panas dan cahaya, astronom pernah salah menduga dengan mengira  adanya pembakaran dalam bintang (pendapat ini dikemukakan oleh William Thomson,  ahli fisika Skotlandia yang juga memiliki gelar Lord Kelvin). </span></p>
<p></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="color:#623100;">Energi bintang dihasilkan karena pengubahan  hidrogen (dalam AlQur&#8217;an disebut dengan istilah </span><span style="color:black;font-size:small;"><em><strong><span style="color:#623100;">ALMAA&#8217; </span></strong></em><span style="color:#623100;">yang  sering diartikan orang dengan </span><strong><em><span style="color:#623100;">Air</span></em></strong><span style="color:#623100;">) menjadi helium. Proses semacam ini yang  menghasilkan sejumlah besar energi (dinamai <em>Reaksi Nuklir),</em> reaksi  semacam itu terdapat dalam bom hidrogen. Tetapi reaksi dalam bintang berlangsung  dengan laju tetap, karenanya energi yang terpancar keluar dapat dikatakan  konstan sepanjang jutaan tahun. </span></span></span></p>
<p></span><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Bintang,  bahasa Arabnya <em>Najm</em> disebutkan dalam Qur&#8217;an 13 kali, kata jamaknya adalah  <em>Nujum</em>; akar kata dari berarti <em>Nampak</em>. Sementara gugusan bintang  sendiri yang disebut oleh manusia jaman sekarang dengan galaksi, oleh Qur&#8217;an  disebut sebagai <em>Al-Buruj</em> (tertuang sebagai nama surah ke-85), dan bintang  pada waktu malam diberi sifat dalam Qur&#8217;an dengan kata <em>Thaariq</em>, artinya  yang membakar, dan membakar diri sendiri serta yang menembus. Disini menembus  kegelapan waktu malam. Kata yang sama <em>Thaariq</em>, juga dipakai untuk  menunjukkan bintang-bintang yang berekor; ekor itu adalah hasil pembakaran  didalamnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Untuk memberi  gambaran yang tepat mengenai bintang yang disifati oleh AlQur&#8217;an sebagai  <em>Thaariq</em>, bisa kita perhatikan dalam ayat berikut : </span></p>
<p></span><span style="color:black;font-size:small;"><span style="color:black;"></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;color:#623100;">&#8220;Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apakah  yang datang pada malam hari itu ? yaitu bintang yang cahayanya  menembus.&#8221;<br />
<strong>(QS. 86:1-3) </strong></span></p></blockquote>
<p></span></span><span style="color:#623100;font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Bintang-bintang terbentuk dalam kabut-kabut debu dan gas yang amat  besar (Nebula), permulaan terbentuknya bintang diawali dengan penumpukan debu  dan gas yang tertarik oleh gaya tarik kesuatu tempat dalam nebula. Gaya yang  kuat itu mendorong debu dan gas menjadi sebuah bola raksasa; ditiap tempat gaya  itu mendorong kearah pusat bola. Walhasil, tekanan dipusat membesar, dan  akibatnya suhu meninggi pula. (Alasan ini pula yang membuat pompa angin memanas  setelah dipergunakan memompa ban sepeda). </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Karena itulah  pusat bola menjadi panas. Dan dengan makin mengecilnya bola akibat gaya tarik  yang terus menerus menekan debu dan gas kepusat, menaiklah tekanan dan suhu  dipusat bola. Selang beberapa waktu kemudian gas tersebut menjadi panas menyala  dan lahirlah bintang baru. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ini pulalah  kiranya yang diartikan oleh AlQur&#8217;an dalam 67:5 dengan kata <em>bintang  menyala</em>. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jika hidrogen  sebuah bintang habis terpakai, reaksi gaya baru segera mengikutinya dan suhu  ditengah bintang naik, karenanya bintang menggelembung hingga menjadi raksasa  atau maha raksasa. Bersamaan dengan itu terjadi pula perubahan lain. Bintang  besar dapat meledak, bercahaya 100 juta kali lebih terang dari matahari. Dan  bintang yang meledak itu dinamakan dengan <em>Supernova</em>. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Nah, sekarang,  mari kita mulai membahas &#8230;&#8230; dimanakah letaknya Jannah atau kebun tempat Adam  dan istrinya dulu itu tinggal diluar bumi ? Apakah dalam planet-planet diatas  orbit bumi (seperti Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto dan  planet-planet lainnya yang kedudukannya berada diatas orbit bumi yang belum  diketahui/ditemukan) ? Atau juga terletak diluar galaksi Bima Sakti kita ini ?  Adakah disebutkan oleh Qur&#8217;an ? dan bisakah kita kesana ? </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Hal ini  mengingat bahwa Bima Sakti hanyalah satu dari sekian banyaknya (ribuan juta)  galaksi yang ada didalam alam semesta (Pustaka Pengetahuan Modern : Bintang dan  Planet hal.13)<br />
<em>Judul asli : Stars and Planets By Keith Wicks, Grolier  International Inc 1989 dan dialih bahasakan oleh Prof. Dr. Bambang Hidayat (Guru  besar Astronomi di ITB dan Direktur Observatorium Bosscha, ITB), Editing oleh  Ganaco NV, Bandung dan penerbitan oleh PT. Widyadara, Jakarta.</em> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Untuk  mengetahui masalah Jannah yang dimaksudkan sebagai kebun yang subur tempat  dimana dulunya Nabi Adam bersama istrinya tinggal, kita akan menyinggung masalah  Mi&#8217;raj yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad Saw. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Saya telah  merangkai beberapa artikel yang semua isinya Insya Allah akan saling sambung  menyambung satu dengan yang lainnya, oleh karena itu, anda bisa mengklik icon  disebelah ini jika ingin meneruskan </span></p>
<p></span></span></span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pajimbung.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pajimbung.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pajimbung.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pajimbung.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pajimbung.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pajimbung.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pajimbung.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pajimbung.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pajimbung.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pajimbung.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pajimbung.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pajimbung.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pajimbung.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pajimbung.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=236&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/04/studi-kritis-pemahaman-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>1.449800 125.201900</georss:point>
		<geo:lat>1.449800</geo:lat>
		<geo:long>125.201900</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47b5c59788ae199d89d532f4d0210247?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pajimbung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Tentang Unsur-unsur yang Menciptakan Hakikat Taubat</title>
		<link>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/penjelasan-tentang-unsur-unsur-yang-menciptakan-hakikat-taubat/</link>
		<comments>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/penjelasan-tentang-unsur-unsur-yang-menciptakan-hakikat-taubat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 13:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pajimbung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pajimbung.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Sisi Praktis dalam Taubat Jika dalam taubat ada sisi atau unsur pengetahuan; yang terwujudkan dalam ilmu tentang maqam Allah SWT dan kebesaran hak-Nya atas hamba-hamba-Nya, serta nikmat-nikmat-Nya yang banyak atas mereka pada satu segi, dan pada segi lain pengetahuan tentang bahaya kemaksiatan dan kesalahan serta pengaruhnya di dunia dan akhirat, serta ia akan menjadi penghalang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=224&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="font-family:Arial;color:#605635;font-size:small;">Sisi Praktis dalam Taubat</span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Jika dalam taubat ada sisi atau unsur  pengetahuan; yang terwujudkan dalam ilmu tentang maqam Allah SWT dan kebesaran  hak-Nya atas hamba-hamba-Nya, serta nikmat-nikmat-Nya yang banyak atas mereka  pada satu segi, dan pada segi lain pengetahuan tentang bahaya kemaksiatan dan  kesalahan serta pengaruhnya di dunia dan akhirat, serta ia akan menjadi  penghalang antara manusia dan Rabbnya, dan akan menghalangi manusia untuk  mencapai keberuntungan dan keselamatan yang dicarinya:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan  dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. Ali Imran: 185)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span id="more-224"></span><br />
<span style="font-family:Arial;">Dalam taubat juga ada sisi atau unsur  hati, emosi dan hasrat. Terwujudkan dalam penyesalan yang membakar kayu-kayu  dosa. Air mata penyesalan yang mencuci kotoran kesalahan. Dan cahaya semangat  dan tekad yang benar untuk tidak kembali melakukan kemaksiatan yang telah ia  mintakan taubatnya, sebesar apapun godaan yang ia jumpai.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dalam taubat juga terdapat sisi atau  unsur praksis yang harus dijalankan, hingga hakikat taubat dapat dipenuhi, serta  ia dapat memberikan hasilnya bagi jiwa dalam kehidupan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Sisi praksis ini mempunyai dasar, dan  darinya keluar dua cabang, atau barangkali beberapa cabang.</span></p>
<h3><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;color:#605635;font-size:x-small;">a. Meninggalkan Kemaksiatan Secepatnya <a name="Meninggalkan Kemaksiatan Secepatnya"></a></span></span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Pokoknya adalah: meninggalkan  kemaksiatan secepatnya. Suatu taubat tidak bermakna jika orang yang bertaubat  itu masih tetap menjalankan kemaksiatan yang ia sesali itu, serta tiddak  meinggalknanya; karena, kalau begitu, apa yang ia taubatkan, jadinya?  Meninggalkan taubat itu dinilai sebagai pekerjaan, karena ia menahana diri dari  kemaksiatan yang ia ingin lakukan, untuk tetap dalam ketaatan. Tidak diragukan  lagi, menahan diri ini adalah pekerjaan, gerak tubuh, serta jihad fi sabilillah.  Allah SWT berfirman:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan orang-orang yang berjihad untuk  (mencari keridhaan ) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka  jalan-jalan Kami.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. al &#8216;Ankabut:  69).</span></strong></span></p></blockquote>
<h3><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;color:#605635;font-size:x-small;">b. Istighfar <a name="Istighfar"></a></span></span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Sedangkan dua cabang asal itui adalah,  pertama: istighfar. Dengan pengertian, memintah maghfirah dan ampunan dari Allah  SWT. Seperti dikatakan oleh bapak yang pertama, Adam, dan ibu yang pertama,  Hawa; setelah keduanya makan pohon yang dilarang itu:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya  diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat  kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. al A&#8217;raaf: 23)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Seluruh orang yang bertaubat amat  membutuhkan untuk beristighfar, seperti diperintahkan oleh Al Quran dan sunnah  serta dijelaskan oleh kaum salaf saleh.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Mengingat pentingnya istighfar, dan  diulangnya perintah untuk istighfar itu, serta dorongan untuk melakukannya dalam  al Quran dan hadits, maka kami akan khususkan suatu pasal tesendiri tentang hal  itu.</span></p>
<h3><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;color:#605635;font-size:x-small;">c. Mengubah Lingkungan dan Teman <a name="Mengubah Lingkungan dan Teman"></a></span></span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Cabang kedua adalah: merubah lingkungan  masyarakat yang penuh dengan kotoran, yang ia tempati saat ia melakukan  kemaksiatan dan penyelewengan. Kemudian mencari lingkungan yang bersih dan suci  yang bebas dari penyakit yang berbahaya. Yang kami maksud dengan  penyakit-penyakit itui adalah: penyakit kesalahan, dosa dan penyelewengan. Dan  ini lebih berbahaya dari penyakit badan, dan lebih cepat  pengaruhnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jika pengaruh penyakit anggota badan  berbahaya bagi seorang individu, maka bahaya penyelewengan dan kemaksiatan  mengancam individu dan masyarakat secara bersamaan. Ia tidak hanya bahaya bagi  materi yang tangible (terindera) saja, namun juga terhadap sisi maknawi dan  etika (yang intangible). Ia tidak hanya berbahaya bagi dunia saja, namun juga  terhadap dunia dan akhirat secara bersamaan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ini artinya, orang yang bertaubat  hendaknya meninggalkan teman-temannya yang jahat yang mengajaknya untuk  melakukan kemaksiatan dan menarik kakinya ke arah itu. Yang membuat ia terjatuh  seperti mereka. Sehingga ia kemudian turut meminum minuman keras, berjudi,  menggunakan obat bius, memperjual belikan barang yang haram, menerima sogokan,  jatuh dalam tipu daya wanita, bekerja dengan musuh sebagai mata-mata, atau  meninggalkan shalat serta mengikuti syahwat&#8230; dan macam-macam kesalahan  lainnya. Oleh karena itu, ia harus mengganti teman-teman yang jahat itu dengan  teman-teman yang baik. Yang dengan melihat mereka saja ia akan mengingat Allah  SWT, pembicaraan mereka mengajak kepada ketaatan kepada Allah SWT , dan  perbuatan mereka menunjukkan kepada jalan Allah SWT.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Orang yang bertaubat harus meninggalkan  menemani &#8220;tukang tiup api&#8221; untuk kemudian memilih teman &#8220;tukang jual minyak  wangi&#8221;, seperti diajarkan oleh pengajar yang pertama, Rasulullah  Saw.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Pengaruh teman dan shabat bagi manusia  amat besar, seperti diungkapkan oleh para bijak bestari dan para penyair dari  semenjak dahulu kala. Hingga ada penyair yang berkata:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Tentang seseorang maka janganlah  tanyakan dirinya sendiri, namun tanyakan temannya Karena setiap teman dengan  temannya adalah sama. &#8220;</span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">dan penyair lain  berkata:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Hati-hatilah dan jangan temani orang  yang pencela, karena ia akan menularkan seperti orang sehat tertularkan orang  berpenyakit kusta.&#8221;</span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Teman ada dua macam: teman yang membawa  engkau menuju surga, dan teman yang menjerumuskan engkau ke dalam neraka. Al  Quran telah menceritakan kepada kita akan bahaya teman jenis terakhir ini.  Karena ia dapat menyesatkan dan menghalangi dari jalan Allah. Dan mungkin  korban-korban mereka baru diketahui di akhirat nanti, ketika tabir kegaiban  telah dibuka, dan manusia melihat hakikat sejara jelas. Allah  berfirman:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan (ingatlah) hari (ketika itu)  orang-orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: &#8220;Aduhai kiranya  (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul&#8221;. Kecelakaan besarlah bagiku;  kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya  dia telah menyesatkan aku dari Al Qur&#8217;an ketika Al Qur&#8217;an itu telah datang  kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. al Furqan: 27-29).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Oleh karena itu, kita melihat seluruh  teman di dunia menjadi musuh di akhirat. Masing-masing mencela yang lain, dan  satu orang melaknat temannya yang lain, serta mereka saling membebaskan diri  dari masing-masing. Seluruh mereka berkata kepada sahabatnya: engkaulah yang  telah menyesatkan dan membuatku sesat. Kecuali ada satu jenis teman dan kekasih  yang tetap saling mencintai, yaitu orang-orang yang taqwa, yang takut kepada  Rabb mereka, dan azab yang buruk. Allah SWT berfirman:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Teman-teman akrab pada hari itu  sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang  bertakwa.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. az-Zukhruf:  67)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Dari sini, sebagian ahli suluk dari  kalangan salaf memperingatkan untuk mengganti sahabat. Ketika ia berkata,  &#8220;taubat adalah: menyesal dengan hati, bertekad untuk meninggalkan maksiat,  meminta ampunan dengan lisan, menjauhkan maksiat dengan badan, serta menjauhi  teman-teman yang buruk.&#8221; Ini adalah pandangan pendidikan yang benar dan telah  teruji. Inilah yang telah diperingatkan oleh al Qusyairi dan ia menasehati orang  yang taubat untuk memulai dengan perbuatan ini, yaitu menjauhi teman-teman yang  buruk. Merekalah yang mendorongnya untuk menggagalkan niatnya untuk bertaubat,  serta menganggu tekadnya untuk melakukan ketaatan. [Risalah Qusyairiah :  1/255.].</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ini diperkuat oleh hadits sahih: yaitu  hadits yang berbicara tentang orang yang telah membunuh seratus orang, kemudian  ia bertanya siapa orang yang paling pandai di dunia. Kemudian ia diberitahukan  untuk menemui seorang alim ia berkata kepadanya: bahwa ia telah membunuh seratus  orang, maka apakah ia masih mempunyai kesempatan untuk bertaubat? Orang alim itu  menjawab: ya, siapa yang yang menghalangi orang untuk bertaubat? Pergilah engkau  ke daerah ini dan ini, karena di sana terdapat orang-orang yang menyembah Allah  SWT, maka beribadahlah kepada Allah SWT bersama mereka, dan jangan engkau  kembali ke kampungmu, karena ia adalah kampung yang buruk&#8230; hadits. [Hadits itu  muttafaq alaih dari Abi Sa'id al Khudri. Disebutkan oleh al Mundziri dalam  Targhib wa Tarhib. Lihatlah : al Muntaqa (1936) dan telah disebutkan hadits ini  dengan lengkap pada halaman sebelumnya.]</span></p>
<h3><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Arial;color:#605635;font-size:x-small;">d. Mengiringi Perbuatan Buruk dengan Perbuatan  Baik <a name="Mengiringi Perbuatan Buruk dengan Perbuatan Baik"></a></span></span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Ini adalah cabang lain yang  menyempurnakan dua cabang itu dan memperkuat taubat. Yaitu: mengiringi keburukan  dengan kebaikan, sehingga dapat menghapus pengaruhnya dan membersihkan  kotorannya. Inilah yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw kepada Abu Dzarr r.a.  ketika beliau mewasiatkan kepadanya dengan wasiat yang agung ini, dan  bersabda:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Bertakwalah di manapun engkau berada,  dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya ia akan menghapusnya,  dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.&#8221; [Hadits diriwayatkan oleh  Ahmad dan Tirmizi dari Abi Dzar. Tirmizi berkata: hadits ini hasan sahih. Dan Al  Hakim mensahihkannya atas syarat Bukhari dan Muslim, dan disetujui oleh Adz  Dzahabi dan Al Baihaqi dalam Asy-Syu'ab. Dan Ahmad serta Tirmizi dan Al Baihaqi  juga Thabrani meriwayatkannya pula Mu'adz. Adz Dzahabi berkata dalam kitab  Muhadz-dzab: sanadnya adalah hasan. <strong><span style="color:#605635;">(Al Faidl:  1/121)]</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Yang dimaksud adalah: seorang muslim,  jika ia melakukan maksiat, hendaknya segera mengiringinya dengan kebaikan.  Seperti shalat, shadaqah, puasa, perbuatan yang baik, istighfar, dzikr, tasbih  dan lainnya, dari macam-macam perbuatan yang baik. Seperti firman Allah SWT  :</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan dirikanlah sembahyang itu pada  kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam.  Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa)  perbuatan-perbuatan yang buruk.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">[QS. Huud:  114]</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Ibnu Arabi berkata: kebaikan akan  menghapus keburukan, baik sebelumnya atau setelahnya. Pelaksanaan kebaikan  setelah keburukan itu lebih baik, karena perbuatan itu lahir dari hati, dan  berpengaruh dengannya. Maka jika ia melakukan kebaikan, itu menunjukkan hatinya  yang baik. Dan jika ia melakukan perbuatan yang baik, itu timbul dari pilihan  hati, sehingga menghapus keburukan yang dilakukan sebelumnya. Pengertian literer  sabda beliau: &#8216;tamhuha&#8217; &#8220;akan menghapusnya&#8221;, artinya dosa itu akan lenyap dari  catatan. Ada yang berpendapat: maksudnya adalah, tidak diancam dengan hukuman  atas dosanya itu. [Lihatlah: Faidlul Qadir: 1/120]</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jika kesalahannya itu adalah  membicarakan keburukan orang lain di hadapan seesorang tertentu, maka kebaikan  itu adalah memuji orang tadi dihadapan orang yang diajak berghibah sebelumnya,  atau ia beristighfar kepada Allah SWT baginya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jika keburukannya itu adalah mencela  seseorang di hadapan manusia, maka kebaikannya itu adalah menghormatinya,  memuliakannya serta menyebutnya dengan kebaikan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Orang yang kejahatannya adalah membaca  buku-buku yang buruk, maka kebaikannya adalah membaca al Quran, kitab hadits  serta ilmu-ilmu Islam. Orang yang keburukannya adalah menghardik kedua orang  tua, maka kebaikannya itu adalah dengan berlaku sebaik-sebaiknya dengan keduanya  dan memuliakannya serta berbuat baik kepadanya, terutama saat mereka dalam usia  lanjut.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Orang yang keburukannya adalah  memutuskan silaturahmi, serta berbuat buruk kepada saudara, maka kebaikannya  adalah berbuat baik kepada mereka serta berusaha menjaga persaudaraan, walaupun  mereka memutuskannya, dan memberi mereka walaupun mereka belum pernah  memberi.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jika keburukannya adalah duduk dalam  tempat hiburan, main-main dan melakukan yang haram, maka kebaikannya itu adalah  duduk di tempat kebaikan, dzikr dan ilmu yang bermanfaat.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jika keburukannya itu adalah bekerja di  koran yang memusuhi Islam dan para da&#8217;inya, maka kebaikannya itu adalah bekerja  di koran yang melawan musuh-musuh Islam itu, dengan menyebarkan berita yang  jujur, serta pendapat yang lurus.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jika keburukannya adalah mengarang kitab  yang menyesatkan, serta mengajak kepada kemungkaran dalam perkataan dan  perbuatan, menyebarakan pemikiran yang menyesatkan serta mengajak kepada  syahwat, maka kebaikannya itu adalah mengarang kitab yang melawan kecenderungan  itu, mengajak kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang ma&#8217;ruf, serta melarang  dari kemunkaran.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Barang siapa yang kebaikannya adalah  menyebarkan nyanyian yang merangsang, serta mengundang nafsu yang rendah dengan  segala cara, maka kebaikannya adalah menyebarkan kebaikan, serta mengajak kepada  sifat malu dan menjaga kehormatan diri.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Barangsiapa keburukannya adalah  menzhalimi manusia, memusuhi orang-orang lemah, serta mengganggu kehormatan  mereka dan hak-hak material atau immaterial mereka, maka kebaikan mereka itu  adalah berusaha menegakkan keadilan, berlaku jujur kepada orang yang zhalim,  membela orang-orang yang lemah, dan berusaha memperjuangkan hak-hak  mereka.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jika keburukannya adalah bergabung  dengan kelompok penguasa yang despotis dan mendukung kebohongan mereka, serta  membantu mereka menjalankan kezaliman mereka terhadap rakyat, maka kebaikannya  adalah membantah orang-orang yang zalim itu sedapat mungkin, serta membuka  kebobrokan mereka di hadapan massa, membongkar kelakuan buruk mereka serta  korupsi yang mereka lakukan, sehingga manusia menjauh dari  mereka.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Inilah kebaikan yang dapat menghapuskan  dosa orang yang melakukan keburukan semampu ia lakukan. Yaitu dengan melawannya,  menghilangkan pengaruhnya, serta membersihkan diri dari pengaruhnya. Yaitu  dengan meniti jalan yang berlawanan dari perbuatan buruk itu, seperti dijelaskan  oleh imam Al Ghazali. Karena orang yang sakit diobati dengan lawannya penyakit  itu.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Seluruh kezaliman yang naik ke hati  dengan kemaksiatan, maka ia tidak dapat dihapuskan kecuali dengan cahaya yang  naik dengan perbuatan baik, yang berlawanan dengan perbuatan buruk itu. Yang  berlawanan adalah yang berpasangan (baik-buruk). Demikianlah hendaknya, seluruh  keburukan dihapuskan dengan kebaikan yang sejenisnya, semampu mungkin. Cara  seperti ini dalam menghapus keburukan, lebih dipercaya dan lebih diyakini dari  pada secara terus menerus menjalankan suatu macam ibadah tertentu saja, meskipun  itu juga pada gilirannya akan menghapus dosanya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Cara penghapusan dosa dengan lawannya  ini, diperkuat oleh syari&#8217;ah. Yaitu al Quran mewajibkan dalam kasus pembunuhan  karena kealpaan dengan membebaskan budak. Karena perbudakan adalah semacam  kematian seseorang, karena ia tidak mempunyai kebebasan. Dengan membebaskan  budak maka terdapat penghidupan maknawi di dalamnya. Karena manusia tidak  mungkin menghidupkan orang secara material dan langsung, maka ia dapat  menghidupkannya secara maknawi, yaitu dengan membebaskannya.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pajimbung.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pajimbung.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pajimbung.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pajimbung.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pajimbung.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pajimbung.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pajimbung.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pajimbung.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pajimbung.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pajimbung.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pajimbung.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pajimbung.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pajimbung.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pajimbung.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=224&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/penjelasan-tentang-unsur-unsur-yang-menciptakan-hakikat-taubat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>1.449800 125.201900</georss:point>
		<geo:lat>1.449800</geo:lat>
		<geo:long>125.201900</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47b5c59788ae199d89d532f4d0210247?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pajimbung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Unsur-unsur Taubat</title>
		<link>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/unsur-unsur-taubat/</link>
		<comments>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/unsur-unsur-taubat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 13:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pajimbung</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://pajimbung.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Terma dari akar kata &#8220;t-w-b&#8221; dalam bahasa Arab menunjukkan pengertian: pulang dan kembali. Sedangkan taubat kepada Allah SWT berarti pulang dan kembali ke haribaan-Nya serta tetap di pintu-Nya. Karena pada dasarnya manusia harus bersama Allah SWT dan selalu berhubungan dengan-Nya, dan tidak menjauhi-Nya. Manusia tidak dapat membebaskan diri dari Allah SWT untuk memikirkan kehidupan fisiknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=221&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;">Terma dari akar kata &#8220;t-w-b&#8221; dalam  bahasa Arab menunjukkan pengertian: pulang dan kembali. Sedangkan taubat kepada  Allah SWT berarti pulang dan kembali ke haribaan-Nya serta tetap di  pintu-Nya.</span><br />
<span id="more-221"></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Karena pada dasarnya manusia harus  bersama Allah SWT dan selalu berhubungan dengan-Nya, dan tidak menjauhi-Nya.  Manusia tidak dapat membebaskan diri dari Allah SWT untuk memikirkan kehidupan  fisiknya saja, juga tidak dapat membebaskan dirinya dari Allah SWT karena  memikirkan kebutuhan hidup ruhaninya saja. Bahkan kebutuhannya kepada Allah SWT  di akhirat akan lebih besar dari kebutuhannya di dunia. Karena kehidupan dan  kebutuhan fisik itu secara bersamaan juga dilakukan oleh binatang yang tidak  dapat berpikir, sementara kebutuhnan ruhani adalah sisi yang menjadi ciri  pembeda manusia dari hewan dan binatang.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Allah SWT telah menciptakan manusia dari  dua unsur. Di dalam tubuhnya terdapat unsur tanah, juga unsur ruh. Inilah yang  menjadikannya layak dijadikan objek sujud oleh malaikat sebagai penghormatan dan  pemuliaan kedudukannya. Allah SWT berfirman:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman  kepada malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah&#8221;. Maka  apabila telah Ku sempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh  (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.&#8221;<strong><span style="color:#605635;"> QS. Shaad: 71-72..</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Allah SWT tidak memerintahkan malaikat  untuk bersujud kepada Adam kecuali setelah Allah SWT memperbagus bentuknya dan  meniupkan ruh ke dalam tubuhnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ketika manusia ta&#8217;at kepada Rabbnya  berarti tiupan ruh itu mengalahkan sisi tanahnya. Atau dengan kata lain, sisi  ruhani mengalahkan sisi materi. Dan sisi Rabbani mengalahkan sisi tanah yang  rendah. Maka manusia meningkat dan mendekat kepada Rabbnya, sesuai dengan  usahanya untuk meningkatkan sisi ruhaninya ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ketika manusia berbuat maksiat terhadap  Rabbnya, maka posisi itu terbalik; sisi tanah mengalahkan sisi ruh, dan sisi  materi yang rendah mengalahkan sisi Rabbani yang tinggi. Maka manusia merendah  dan menjadi lebih hina, serta menjauh dari Allah SWT sesuai dengan seberapa jauh  dosa dan kemaksiatan yang ia lakukan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Kemudian taubat memberikan kesempatan  kepadanya untuk mencapai apa yang tidak ia dapatkan, serta meluruskan kembali  perjalanan hidupnya. Maka manusia itupun kembali menaik setelah kejatuhannya,  dan mendekat kepada Rabbnya setelah ia menjauhi-Nya, serta kembali kepada-Nya  setelah memberontak dari-Nya.</span></p>
<h3><span style="font-family:Arial;color:#605635;"><span style="font-size:small;">Taubat</span><span style="font-size:small;"> Nasuha <a name="Taubat Nasuha"></a></span></span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Taubat yang diperintahkan agar dilakukan  oleh kaum mu&#8217;minin adalah taubat nasuha (yang semurni-murninya) seperti disebut  dalam Al Quran:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Hai orang-orang yang beriman,  bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">QS. at-Tahrim: 8</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Kemudian apa makna taubat nasuha  itu.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam  kitab tafsirnya: &#8220;artinya adalah, taubat yang sebenarnya dan sepenuh hati, akan  menghapus keburukan-keburukan yang dilakukan sebelumnya, mengembalikan keaslian  jiwa orang yang bertaubat, serta menghapus keburukan-keburukan yang  dilakukannya.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Sedangkan nasuha adalah redaksi  hiperbolik dari kata nashiih. Seperti kata syakuur dan shabuur, sebagai bentuk  hiperbolik dari syakir dan shabir. Dan terma &#8220;n-sh-h&#8221; dalam bahasa Arab  bermakna: bersih. Dikatakan dalam bahasa Arab: &#8220;nashaha al &#8216;asal&#8221; jika madu itu  murni, tidak mengandung campuran. Sedangkan kesungguhan dalam bertaubat adalah  seperti kesungguhan dalam beribadah. Dan dalam bermusyawarah, an-nush itu  bermakna: membersihkannya dari penipuan, kekurangan dan kerusakan, dan  menjaganya dalam kondisi yang paling sempurna. An nush-h (asli) adalah lawan  kata al-gisysy-(palsu).</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Pendapat kalangan salaf berbeda-beda  dalam mendefinisikan hakikat taubat nasuha itu. Hingga Imam Al Qurthubi dalam  tafsinrya menyebut ada dua puluh tiga pendapat. (Lihat: Tafsir al Qurthubi ayat  ke delapan dari surah at Tahrim). Namun sebenarnya pengertian aslinya hanyalah  satu, tetapi masing-masing orang mengungkapkan kondisi masing-masing, atau juga  dengan melihat suatu unsur atau lainnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ibnu Jarir, Ibnu Katsir dan Ibnu Qayyim  menyebutkan dari Umar, Ibnu Mas&#8217;ud serta Ubay bin Ka&#8217;b r.a. bahwa pengertian  taubat nasuha: adalah seseorang yang bertaubat dari dosanya dan ia tidak  melakukan dosa itu lagi, seperti susu tidak kembali ke payudara hewan. Ahmad  meriwayatkan dari Ibnu Mas&#8217;ud dengan marfu&#8217;: taubat dari dosa adalah: ia  bertaubat darinya (suatu dosa itu) kemudian ia tidak mengulanginya lagi.&#8221;  Sanadnya adalah dha&#8217;if. Dan mauquf lebih tepat, seperti dikatakan oleh Ibnu  Katsir.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Hasan Al Bashri berkata: taubat adalah  jika seorang hamba menyesal akan perbuatannya pada masa lalu, serta berjanji  untuk tidak mengulanginya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Al Kulabi berkata: Yaitu agar meminta  ampunan dengan lidah, menyesal dengan hatinya, serta menjaga tubuhnya untuk  tidak melakukannnya lagi.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Sa&#8217;id bin Musayyab berkata: taubat  nasuha adalah: agar engkau menasihati diri kalian sendiri.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Kelompok pertama menjadikan kata nasuha  itu dengan makna maf&#8217;ul (objek) yaitu orang yang taubat itu bersih dan tidak  tercemari kotoran. Maknanya adalah, ia dibersihkan, seperti kata raquubah dan  haluubah yang berarti dikendarai dan diperah. Atau juga dengan makna fa&#8217;il  (subjek), yang bermakna: yang menasihati, seperti khaalisah dan  shaadiqah.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Muhammad bin Ka&#8217;b al Qurazhi berkata:  taubat itu diungkapkan oleh empat hal: beristighfar dengan lidah, melepaskannya  dari tubuh, berjanji dalam hati untuk tidak mengerjakannya kembali, serta  meninggalkan rekan-rekan yang buruk. (Madaarij Saalikiin : 1/ 309, 310. Cetakan  As Sunnah Al Muhammadiyyah, dengan tahqiq Syaikh Muhammad Hamid al Faqi. Dan  tafsir Ibnu Katsir : 4/ 391, 392).</span></p>
<h3><span style="font-family:Arial;color:#605635;"><span style="font-size:small;">Sekadar</span><span style="font-size:small;"> Bicara Taubat dengan  Lidah Bukan Taubat <a name="Sekadar Bicara Taubat dengan Lidah Bukan Taubat"></a></span></span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Taubat tidak sekadar mengucapkan dengan  lidah, seperti dipahami oleh kalangan awam. Ketika salah seorang dari mereka  datang kepada seorang tokoh agama ia berkata kepadanya: &#8220;Pak kiyai, berilah  taubat kepada saya&#8221;. Kiyai itu akan menjawab: &#8220;ikutilah perkataanku ini!&#8221;: &#8220;aku  taubat kepada Allah SWT, aku kembali kepada-Nya, aku menyesali dosa yang telah  aku lakukan, dan aku berjanji untuk tidak melakukan maksiat lagi selamanya,  serta aku membebaskan diri dari seluruh agama selain agama  Islam&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dan ketika ia telah mengikuti ucapan  kiyai itu dan pulang, ia menyangka bahwa ia telah selesai melakukan  taubat!.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ini adalah bentuk kebodohan dua pihak  sekaligus: kebodohan orang awam itu, serta sang kiyai juga. Karena taubat bukan  sekadar ucapan dengan lidah saja, karena jika taubat hanya sekadar berbuat  seperti itu, alangkah mudahnya taubat itu.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Taubat adalah perkara yang lebih besar  dari itu, dan juga lebih dalam dan lebih sulit. Ungkapan lisan itu dituntut  setelah ia mewujudkannya dalam tindakannya. Untuk kemudian ia mengakui dosanya  dan meminta ampunan kepada Allah SWT. Sedangkan sekadar istighfar atau  mengungkapkan taubat dengan lisan &#8211;tanpa janji dalam hati&#8211; itu adalah taubat  para pendusta, seperti dikatakan oleh Dzun Nun al Mishri. Itulah yang dikatakan  oleh Sayyidah Rabi&#8217;ah al &#8216;Adawiyah: &#8220;istighfar kita membutuhkan istighfar lagi!&#8221;  Hingga sebagian mereka ada yang berkata: &#8220;aku beristighfar kepada Allah SWT dari  ucapanku: &#8216;aku beristighfar kepada Allah SWT&#8217;&#8221;. Atau taubat yang hanya dengan  lisan, tidak disertai dengan penyesalan dalam hati!</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Sementara hakikat taubat adalah  perbuatan akal, hati dan tubuh sekaligus. Dimulai dengan perbuatan akal, diikuti  oleh perbuatan hati, dan menghasilkan perbuatan tubuh. Oleh karena itu, al Hasan  berkata: &#8220;ia adalah penyesalan dengan hati, istighfar dengan lisan, meninggalkan  perbuatan dosa dengan tubuh, dan berjanji untuk tidak akan mengerjakan perbuatan  dosa itu lagi.&#8221;</span></p>
<h3><span style="font-family:Arial;color:#605635;"><span style="font-size:small;">Taubat</span><span style="font-size:small;"> Seperti Dijelaskan oleh Al  Ghazali <a name="Taubat Seperti Dijelaskan oleh Al Ghazali"></a></span></span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Taubat seperti dijelaskan oleh Imam  Ghazali dalam kitabnya &#8220;Ihya ulumuddin&#8221; adalah sebuah makna yang terdiri dari  tiga unsur: ilmu, hal dan amal. Ilmu adalah unsur yang pertama, kemudian yang  kedua hal, dan ketiga amal.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ia berkata: yang pertama mewajibkan yang  kedua, dan yang kedua mewajibkan yang ketiga. Berlangsung sesuai dengan hukum  (ketentuan) Allah SWT yang berlangsung dalam kerajaan dan  malakut-Nya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ia berkata: &#8220;Sedangkan ilmu adalah,  mengetahui besarnya bahaya dosa, dan ia adalah penghalang antara hamba dan  seluruh yang ia senangi. Jika ia telah mengetahui itu dengan yakin dan sepenuh  hati, pengetahuannya itu akan berpengaruh dalam hatinya dan ia merasakan  kepedihan karena kehilangan yang dia cintai. Karena hati, ketika ia merasakan  hilangnya yang dia cintai, ia akan merasakan kepedihan, dan jika kehilangan itu  diakibatkan oleh perbuatannya, niscaya ia akan menyesali perbuatannya itu. Dan  perasaan pedih kehilangan yang dia cintai itu dinamakan penyesalan. Jika  perasaan pedih itu demikian kuat berpengaruh dalam hatinya dan menguasai  hatinya, maka perasaan itu akan mendorong timbulnya perasaan lain, yaitu tekad  dan kemauan untuk mengerjakan apa yang seharusnya pada saat ini, kemarin dan  akan datang. Tindakan yang ia lakukan saat ini adalah meninggalkan dosa yang  menyelimutinya, dan terhadap masa depannya adalah dengan bertekad untuk  meninggalkan dosa yang mengakibatkannya kehilangan yang dia cintai hingga  sepanjang masa. Sedangkan masa lalunya adalah dengan menebus apa yang ia lakukan  sebelumnya, jika dapat ditebus, atau menggantinya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Yang pertama adalah ilmu. Dialah pangkal  pertama seluruh kebaikan ini. Yang aku maksudkan dengan ilmu ini adalah keimanan  dan keyakinan. Karena iman bermakna pembenaran bahwa dosa adalah racun yang  menghancurkan. Sedangkan yakin adalah penegasan pembenaran ini, tidak  meragukannya serta memenuhi hatinya. Maka cahaya iman dalam hati ini ketika  bersinar akan membuahkan api penyesalan, sehingga hati merasakan kepedihan.  Karena dengan cahaya iman itu ia dapat melihat bahwa saat ini, karena dosanya  itu, ia terhalang dari yang dia cintai. Seperti orang yang diterangi cahaya  matahari, ketika ia berada dalam kegelapan, maka cahaya itu menghilangkan  penghalang penglihatannya sehingga ia dapat melihat yang dia cintai. Dan ketika  ia menyadari ia hampir binasa, maka cahaya cinta dalam hatinya bergejolak, dan  api ini membangkitkan kekuatannya untuk menyelamatkan dirinya serta mengejar  yang dia cintai itu.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Ilmu dan penyesalan, serta tekad untuk  meninggalkan perbuatan dosa saat ini dan masa akan datang, serta berusaha  menutupi perbuatan masa lalu mempunyai tiga makna yang berkaitan dengan  pencapaiannya itu. Secara keseluruhan dinamakan taubat. Banyak pula taubat itu  disebut dengan makna penyesalan saja. Ilmu akan dosa itu dijadikan sebagai  permulaan, sedangkan meninggalkan perbuatan dosa itu sebagai buah dan  konsekwensi dari ilmu itu. Dari itu dapat dipahami sabda Rasulullah Saw : &#8221;  Penyesalan adalah taubat&#8221; (Hafizh al &#8216;Iraqi dalam takhrij hadits-hadits Ihya  Ulumuddin berkata: hadits ini ditakhrijkan oleh Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan al  Hakim. Serta ia mensahihkan sanadnya dari hadits Ibnu Mas&#8217;ud. Dan diriwayakan  pula oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim dari hadits Anas r.a. dan ia berkata: hadits  ini sahih atas syarat Bukhari dan Muslim), karena penyesalan itu dapat terjadi  dari ilmu yang mewajibkan serta membuahkan penyesalan itu, dan tekad untuk  meninggalkan dosa sebagai konsekwensinya. Maka penyesalan itu dipelihara dengan  dua cabangnya, yaitu buahnya dan apa yang membuahkannya.&#8221; (Ihya Ulumuddin (4:  3,4), cetakan: Darul Ma&#8217;rifah, Beirut).</span><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pajimbung.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pajimbung.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pajimbung.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pajimbung.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pajimbung.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pajimbung.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pajimbung.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pajimbung.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pajimbung.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pajimbung.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pajimbung.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pajimbung.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pajimbung.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pajimbung.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=221&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/unsur-unsur-taubat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>1.449800 125.201900</georss:point>
		<geo:lat>1.449800</geo:lat>
		<geo:long>125.201900</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47b5c59788ae199d89d532f4d0210247?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pajimbung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taubat dari Kemunafikan</title>
		<link>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/taubat-dari-kemunafikan/</link>
		<comments>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/taubat-dari-kemunafikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 13:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pajimbung</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://pajimbung.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana Allah SWT juga mengajak untuk bertaubat dari kekafiran yang zhahir dan terang-terangan, Allah SWT juga mengajak untuk bertaubat dari kekafiran yang tersembunyi, yang ditutupi dengan keimanan lisan. Yaitu yang terkenal dengan nama &#8220;kemunafikan&#8221; dan orangnya adalah kaum &#8220;munafiqin&#8221;. Yaitu mereka yang berkata: &#8220;Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=217&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;">Sebagaimana Allah SWT juga mengajak untuk  bertaubat dari kekafiran yang zhahir dan terang-terangan, Allah SWT juga  mengajak untuk bertaubat dari kekafiran yang tersembunyi, yang ditutupi dengan  keimanan lisan. Yaitu yang terkenal dengan nama &#8220;kemunafikan&#8221; dan orangnya  adalah kaum &#8220;munafiqin&#8221;.</span><br />
<span id="more-217"></span><br />
<span style="font-family:Arial;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Yaitu mereka yang berkata:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,  padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak  menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya  sendiri sedang mereka tidak sabar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah  Allah penyakitnya.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. al Baqarah:  8-10).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Taubat dari kemunafikan ini adalah tidak  sekadar mengungkapkan dan memberitahukan keisalamannya. Karena sebelumnya ia  memang telah Islam. Namun, yang patut ia lakukan adalah agar ia bersifat dengan  empat sifat yang disebutkan dalam surah an-Nisa. Setelah Al Quran membongkar  sifat asli mereka, dan apa yang tersembunyi dalam diri mereka: yaitu mereka  memberikan loyalitas mereka kepada kaum kafirin, bukan kaum mu&#8217;minin, serta  mereka mencari kemuliaan dari kaum kafirin itu:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa  mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil  orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang  mu&#8217;min. Apakah mereka mencari kekuatan di samping orang-orang kafir itu? Maka  sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS.  an-Nisa: 138-139).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Serta mereka selalu mencari kelengahan kaum  mu&#8217;minin, dan berada di tengah-tengah antara kaum kaum mu&#8217;minin dan kaum kafirin  untuk mencari keuntungan.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;(Yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu  (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mu&#8217;min). Maka jika  terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: &#8220;Bukankah kami (turut  berperang) beserta kamu?&#8221; dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan  (kemenangan) mereka berkata: &#8216;Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela  kamu dari orang-orang mukmin?&#8221; maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu  di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang  kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS.  an-Nisa: 141).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Juga dari tindakan mereka mempermainkan dan  menipu Allah dan Rasul-Nya, dan mereka malas menjalankan kewajiban-kewajiban  agama dan lalai dari berdzikir kepada Allah SWT:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu  Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk  shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan Shalat) di  hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.  Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak  masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan  itu (orang-orang kafir). Barangsiapa yang disesatkan Allah , maka kamu  sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.&#8221;  <strong><span style="color:#605635;">(QS. an-Nisa:  142-143).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Setelah Allah SWT membongkar sifat-sifat  orang-orang munafik, namun Allah SWT tidak menutup pintu bagi mereka. Namun  malah membukakan pintu taubat dengan syarat-syaratnya. Seperti firman Allah  SWT:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Sesungguhnya orang-orang munafik itu  (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali  tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang  taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus  ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah  bersama-sama orang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang  yang beriman pahala yang besar.&#8221;<strong><span style="color:#605635;">( QS. An-Nisa:  145-146.)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Di antara tanda-tanda sempurnanya taubat  mereka adalah mereka memperbaiki apa yang dirusak oleh sifat munafik mereka.  Serta agar mereka hanya berpegang pada Allah SWT saja bukan kepada manusia. Dan  dengan ikhlas beribadah kepada Allah SWT, hingga Allah SWT mengikhlaskan mereka  untuk agama-Nya. Dengan itu, mereka bergabung ke dalam barisan kaum mu&#8217;minin  yang jujur.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dalam surah lain, Allah SWT  berfirman:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah  dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu).  Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi  kafir setelah Islam, dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan  mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya  telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu  adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan  mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka  sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.&#8221;  <strong><span style="color:#605635;">(QS.at-Taubah: 74)</span></strong></span></p></blockquote>
<h3><span style="font-family:Arial;color:#605635;font-size:small;">Taubat dari Dosa-dosa Besar <a name="Taubat dari Dosa-dosa Besar"></a></span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Sebagaimana Al Quran menyebutkan taubat dari  kemusyrikan dan kemunafikan, Allah SWT juga menyebutkan taubat dari dosa-dosa  besar. Seperti membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT kecuali dengan  haknya. Juga zina yang Allah SWT cap sebagai jalan yang buruk dan kotor. Dan al  Quran menggolongkan kedua perbuatan dosa besar ini dalam kelompok dosa yang  paling besar setelah syirik. Allah SWT berfirman tentang sifat  ibadurrahman.</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan  yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah  (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa  yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),  (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal  dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat,  beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan  kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. al Furqan: 68-70)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Tampak banyak ayat-ayat berbicara tentang iman  setelah taubat, dan menyambung antara keduanya. Seperti terdapat dalam ayat ini.  Firman Allah SWT:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Adapun orang yang bertaubat dan beriman,  serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang  beruntung.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. al Qashash: 67)</span></strong>. Serta firman  Allah SWT setelah menyebutkan beberapa Rasul-Nya dan nabi-nabi-Nya serta para  pengikut mereka yang saleh, yang apabila dibacakan kepada mereka ayat Al Quran  mereka segera tunduk sujud dan menangis. Kemudian Allah SWT berfirman: </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Maka datanglah sesudah mereka, pengganti  (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka  mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan  beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan)  sedikitpun.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. Maryam:  59-60)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Dan seperti dalam firman Allah SWT:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi  orang yang bertaubat , beriman , beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang  benar.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. Thahaa:  82)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Apa rahasia penggabungan ini, yaitu  pengggabungan antara iman dengan taubat? Yang dapat aku tangkap, keimanan akan  mengalami kerusakan ketika seseorang melakukan dosa besar. Hingga sebagian  hadits menafikan keimanan itu dari orang-orang yang melakukan dosa besar ketika  mereka melakukannya. Seperti dalam hadits Bukari Muslim dari Nabi Saw beliau  bersabda:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Tidaklah berzina orang yang berzina dan saat  itu ia mu&#8217;min, dan tidak meminum khamar orang yang meminumnya dan saat itu ia  mu&#8217;min, dan tidak pula mencuri orang yang mencuri dan saat itu ia  mu&#8217;min&#8221;.</span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Oleh karena itu, taubat adalah reparasi dan  penyembuhan bagi keimanan yang mengalami kerusakan itu.</span></p>
<h3><span style="font-family:Arial;color:#605635;font-size:small;">Taubat dari Menyembunyikan Kebenaran <a name="Taubat dari Menyembunyikan Kebenaran"></a></span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Di antara dosa yang besar, yang ditunjukkan  dan anjurkan al Quran agar kita segera bertaubat darinya adalah: dosa  menyembunyikan kebenaran serta tidak menjelaskannya kepada manusia. Ini adalah  dosa para ahli ilmu pengetahuan yang mempunyai kewajiban utnuk menyampaikan  risalah-risalah Allah SWT, dan menjelaskan hukum Allah SWT kepada mereka. Serta  mengatakan kebenaran, serta tidak menyembunyikannya, tidak seperti tindakan ahli  kitab yang mendapatkan kecaman dari Allah SWT dalam firman-Nya:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji  dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): &#8220;Hendaklah kamu menerangkan  isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,&#8221; lalu mereka  melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan  harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. Ali Imran: 187).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Karena mereka menyembunyikan berita gembira  akan datangnya Muhammad Saw yang terdapat dalam kitab-kitab mereka, serta mereka  merubah dan menggantinya, karena semata kepentingan dunia, yang dinamakan oleh  Allah SWT sebagai &#8220;harga yang murah&#8221;. Seperti firman Allah SWT:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Katakanlah: &#8220;Kesenangan di dunia ini hanya  sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. an-Nisa: 77).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Allah SWT berfirman:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan  apa yang telah diturunkan Allah, yaitu al Kitab dan menjualnya dengan harga yang  sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam  perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari  kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.  Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa  dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. al Baqarah: 174-175)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Lihatlah ancaman yang besar ini terhadap  orang-orang yang menyembunyikan itu, yang mengandung ancaman material: &#8220;mereka  itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api &#8220;,  serta maknawi: &#8220;dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat  dan tidak akan mensucikan mereka &#8220;, dan mereka mengalami kerugian dalam  transaksi mereka: &#8220;Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan  petunjuk dan siksa dengan ampunan &#8220;. Itu semua semata karena mereka menyesatkan  hamba-hamba Allah dengan menyembunyikan persaksian mereka akan  kebenaran:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang  yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. Al Baqarah 140)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Oleh karena itu taubat amat diperintahkan  secara kuat dari mereka semua, sehingga mereka selamat dari azab ini, serta dari  laknat Allah SWT dan sekalian orang yang melaknat. Allah SWT  berfirman:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan  apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan  petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al Kitab, mereka itu  dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati,  kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan  (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang  Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. al  Baqarah: 159-160)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Agar taubat mereka diterima, disyaratkan agar:  mereka memperbaiki apa yang mereka telah rusak, dan menjelaskan apa yang mereka  sembunyikan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Jika ini adalah dosa orang yang menyembunyikan  kebenaran, maka dapat dibayangkan apa dosa orang yang &#8220;mendistorsi kebenaran&#8221;  itu, serta menampakkan kebenaran itu seakan suatu yang bathil, sehingga manusia  tidak memilihnya. Sementara mereka menghias kebathilan, dengan lidah dan tulisan  mereka, sehingga manusia memilihnya? Tak diragukan lagi, dosa mereka lebih  besar, dan kesalahan mereka lebih berbahaya. Dalam masalah ini banyak  tergelincir penulis, pengarang, jurnalis, kalangan pers, seniman, para ahli  pidato dan semacamnya. Yaitu mereka yang menciptakan opini publik serta  menggerakkan kecenderungan mereka.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Taubat mereka tidak sah hanya dengan sekadar  menyesal. Namun mereka harus memperbaiki dan menjelaskannya kepada orang banyak.  Karena mereka telah banyak merusak akal dan dhamir banyak manusia, serta  menyesatkannya. Mereka harus melenyapkan atau menarik peredaran faktor-faktor  yang menyebabkan kerusakan itu, baik berupa buku, kaset, atau film dengan segala  cara. Dan jika mereka tidak mampu maka mereka harus menjelaskan kepada khalayak  melalui koran atau media lainnya. Dan mereka harus menjelaskan dengan gamblang  sikap mereka yang baru dan kembalinya dia dari sikap dan tindakannya sebelumnya,  dengan berani dan yakin (Seperti yang dilakukan oleh Dr. Mushthafa Mahmud,  Khalid Muhammad Khalid, dan yang lainnya yang diberikan petunjuk oleh Allah SWT  ).</span><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pajimbung.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pajimbung.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pajimbung.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pajimbung.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pajimbung.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pajimbung.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pajimbung.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pajimbung.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pajimbung.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pajimbung.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pajimbung.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pajimbung.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pajimbung.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pajimbung.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=217&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/taubat-dari-kemunafikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>1.449800 125.201900</georss:point>
		<geo:lat>1.449800</geo:lat>
		<geo:long>125.201900</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47b5c59788ae199d89d532f4d0210247?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pajimbung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kewajiban Bertaubat dan Urgensinya</title>
		<link>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/kewajiban-bertaubat-dan-urgensinya-2/</link>
		<comments>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/kewajiban-bertaubat-dan-urgensinya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 07:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pajimbung</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://pajimbung.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Taubat dari dosa yang dilakukan oleh seorang mu&#8217;min &#8211;dan saat itu ia sedang berusaha menuju kepada Allah SWT &#8212; adalah kewajiban agama. Diperintahkah oleh Al Quran, didorong oleh sunnah, serta disepakati kewajibannnya oleh seluruh ulama, baik ulama zhahir maupun ulama bathin. Atau ulama fiqh dan ulama suluk. Hingga Sahl bin Abdullah berkata: Barangsiapa yang berkata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=204&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Taubat dari dosa yang dilakukan oleh seorang mu&#8217;min &#8211;dan saat itu ia sedang berusaha menuju kepada Allah SWT &#8212; adalah kewajiban agama. Diperintahkah oleh Al Quran, didorong oleh sunnah, serta disepakati kewajibannnya oleh seluruh ulama, baik ulama zhahir maupun ulama bathin. Atau ulama fiqh dan ulama suluk. Hingga Sahl bin Abdullah berkata: Barangsiapa yang berkata bahwa taubat adalah tidak wajib maka ia telah kafir, dan barangsiapa yang menyetujui perkataan seperti itu maka ia juga kafir. Dan ia berkata: &#8220;Tidak ada yang lebih wajib bagi makhluk dari melakukan taubat, dan tidak ada hukuman yang lebih berat atas manusia selain ketidak tahuannya akan ilmu taubat, dan tidak menguasai ilmu taubat itu (Di sebutkan oleh Abu Thalib Al Makki dalam kitabnya Qutul Qulub, juz 1 hal. 179).</p>
<p><span id="more-204"></span></p>
<p>Taubat dalam Al Quran<br />
Al Quran memberi perhatian yang besar terhadap taubat dalam banyak ayat-ayat yang tersebar dalam surah-surah Makkiah atau Madaniah. Kita akan membaca ayat-ayat itu nantinya, insya Allah.</p>
<p>&#8220;Bertaubatlah kepada Allah SWT dengan Taubat yang semurni-murninya&#8221;.</p>
<p>Di antara perintah yang paling tegas untuk melaksanakan taubat dalam Al Quran adalah firman Allah SWT:</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: &#8220;Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu&#8221; (QS. At Tahrim: 8).</p>
<p>Ini adalah perintah yang lain dari Allah SWT dalam Al Quran kepada manusia untuk melakukan taubat dengan taubat nasuha: yaitu taubat yang bersih dan benar. Perintah Allah SWT dalam Al Quran itu menunjukkan wajibnya pekerjaan ini, selama tidak ada petunjuk lain yang mengindikasikan pengertian selain itu. Sementara dalam ayat itu tidak ada petunjuk yang lain itu. Oleh karena itu, hendaknya seluruh kaum mu&#8217;min berusaha untuk menggapai dua hal atau dua tujuan yang pokok ini. Yaitu:</p>
<p>Menghapuskan dosa-dosa</p>
<p>Masuk ke dalam surga.</p>
<p>Seluruh individu muslim amat membutuhkan dua hal ini:</p>
<p>Pertama: agar kesalahannya dihapuskan, dan dosa-dosanya diampunkan. Karena manusia, disebabkan sifat kemanusiaannya, tidak mungkin terbebas dari kesalahan dan dosa-dosa. Itu bermula dari kenyatan elemen pembentukan manusia tersusun dari unsur tanah yang berasal dari bumi, dan unsur ruh yang berasal dari langit. Salah satunya menarik ke bawah sementara bagian lainnya mengajak ke atas. Yang pertama dapat menenggelamkan manusia pada perangai binatang atau lebih buruk lagi, sementara yang lain dapat mengantarkan manusia ke barisan para malaikat atau lebih tinggi lagi.</p>
<p>Oleh karena itu, manusia dapat melakukan kesalahan dan membuat dosa. Dengan kenyataan itu ia membutuhkan taubat yang utuh, sehingga ia dapat menghapus kesalahan yang diperbuatnya.</p>
<p>Kedua: agar ia dapat masuk surga. Siapa yang tidak mau masuk surga? Pemikiran yang paling berat menghantui manusia adalah: akan masuk kemana ia nantinya di akhirat. Ini adalah masalah ujung perjalanan manusia yang paling penting: apakah ia akan selamat di akhirat atau binasa? Apakah ia akan menang dan bahagia ataukah ia akan mengalami kebinasaaan dan penderitaan? Keberhasilan, kemenangan dan kebahagiaan adalah terdapat dalam surga. Sedangkan kebinasaan, kekecewaan serta penderitaan terdapat dalam neraka:</p>
<p>&#8220;Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh dia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan&#8221; (QS. Ali Imran: 185.).</p>
<p>Bertaubatlah Kalian Semua Kepada Allah SWT, Wahai Orang-2 yg Beriman<br />
Di antara ayat Al Quran yang berbicara tentang taubat adalah firman Allah:</p>
<p>&#8220;Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung&#8221; (QS. An-Nur: 31).</p>
<p>Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kepada seluruh kaum mu&#8217;minin untuk bertaubat kepada Allah SWT, dan tidak mengecualikan seorangpun dari mereka. Meskipun orang itu telah demikian taat menjalankan syari&#8217;ah, dan telah menanjak dalam barisan kaum muttaqin, namun tetap ia memerlukan taubat. Di antara kaum mu&#8217;minin ada yang bertaubat dari dosa-dosa besar, jika ia telah melakukan dosa besar itu. Karena ia memang bukan orang yang ma&#8217;shum (terjaga dari dosa). Di antara mereka ada yang bertaubat dari dosa-dosa kecil, dan sedikit sekali orang yang selamat dari dosa-dosa macam ini. Dari mereka ada yang bertaubat dari melakukan yang syubhat. Dan orang yang menjauhi syubhat maka ia telah menyelamatkan agama dan nama baiknya. Dan diantara mereka ada yang bertaubat dari tindakan-tindakan yang dimakruhkan. Dan di antara mereka malah ada orang yang melakukan taubat dari kelalaian yang terjadi dalam hati mereka. Dan dari mereka ada yang bertaubat karena mereka berdiam diri pada maqam yang rendah dan tidak berusaha untuk mencapai maqam yang lebih tinggi lagi.</p>
<p>Taubat orang awam tidak sama dengan taubat kalangan khawas, juga tidak sama dengan taubat kalangan khawas yang lebih tinggi lagi. Oleh karena itu ada yang mengatakan: &#8220;Kebaikan kalangan abrar adalah kesalahan orang-orang kalangan muqarrabin!&#8221; Namun, dalam ayat itu, semua mereka diperintahkan untuk melakukan taubat, agar mereka selamat.</p>
<p>Pengarang kitab Al Qamus memberikan komentar atas ayat ini dalam kitabnya (Al Bashair): Ayat ini terdapat dalam kelompok surah Madaniyyahh . Allah tujukan kepada kaum yang beriman dan kepada makhluk-makhluk-Nya yang baik, agar mereka bertaubat kepada-Nya, setelah mereka beriman, sabar, hijrah dan berjihad. Kemudian mengaitkan keberuntungan dengan taubat &#8220;agar kalian beruntung&#8221;. Yaitu mengaitkan antara sebab dengan yang disebabkan. Dan menggunakan dengan &#8216;adat&#8217; &#8220;la&#8217;alla&#8221; untuk memberikan pengertian pengharapan. Yaitu jika kalian bertaubat maka kalian diharapkan akan mendapatkan keberuntungan, dan hanya orang yang bertaubat yang berhak mengharapkan keberuntungan itu.</p>
<p>Sebagian ulama suluk berkata: Taubat adalah wajib bagi seluruh manusia, hingga bagi para nabi dan wali-wali sekalipun. Dan janganlah engkau duga bahwa taubat hanya khusus untuk Adam a.s. saja. Allah SWT befirman:</p>
<p>&#8220;Dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia, kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dam memberinya petunjuk&#8221; (QS. Thahaa: 121-122).</p>
<p>Namun ia adalah hukum yang azali dan tertulis bagi umat manusia sehingga tidak mungkin dapat diterima sebaliknya. Selama sunnah-sunnah (ketentuan) Ilahi belum tergantikan. Maka kembali &#8211;yaitu dengan bertaubat&#8211; kepada Allah SWT bagi setiap manusia adalah amat urgen, baik ia seorang Nabi atau orang yang berperangai seperti babi, juga bagi wali atau si pencuri. Abu Tamam berkata:</p>
<p>&#8220;Jangan engkau sangka hanya Hindun yang berhianat, itu adalah dorongan peribadi dan setiap orang dapat berlaku seperti Hindun!</p>
<p>Perkataan itu didukung oleh hadits:</p>
<p>&#8220;Seluruh kalian adalah pembuat salah dan dosa, dan orang yang berdosa yang paling baik adalah mereka yang sering bertaubat&#8221;. Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan lainnya dari Anas. Juga taubat itu adalah wajib bagi seluruh manusia. Ia wajib dalam seluruh kondisi dan secara terus menerus. Pengertian itu dipetik dari dalil yang umum, Allah SWT berfirman: &#8221; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah&#8221;. Karena manusia tidak mungkin terbebaskan dari dosa yang diperbuat oleh anggota tubuhnya. Hingga para nabi dan orang-orang yang saleh sekalipun. Dalam Al Quran dan hadits disebutkan tentang dosa-dosa mereka, serta taubat dan tangisan sesal mereka.</p>
<p>Jika suatu saat orang terbebas dari maksiat yang dilakukan oleh tubuhnya, maka ia tidak dapat terlepas dari keinginan berbuat maksiat dalam hatinya. Dan jikapun tidak ada keinginan itu, dapat pula ia merasakan was-was yang ditiupkan oleh syaitan sehingga ia lupa dari dzikir kepada Allah SWT. Dan jika tidak, dapat pula ia mengalami kelalaian dan kurang dalam mencapai ilmu tentang Allah SWT, sifat-sifat-Nya serta perbuatan-perbuatan-Nya. Semua itu adalah kekurangan dan masing-masing mempunyai sebabnya. Dan membiarkan sebab-sebab itu dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan yang berlawanan berarti mengembalikan diri ke tingkatannya yang rendah. Dan manusia berbeda-beda dalam kadar kekurangannya, bukan dalam kondisi asal mereka (Lihat: Syarh Ainul Ilmi wa Zainul Hilm, juz 1 hal. 175. Kitab ini adalah mukhtasar (ringkasan) kitab Ihya Ulumuddin).</p>
<p>Orang yang tidak Bertaubat adalah Orang yang Zhalim<br />
Allah SWT berfirman:</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita -wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita yang lain (karena) boleh Jadi wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk pangggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.&#8221; (QS .Al Hujurat: 11)</p>
<p>Setelah Allah SWT melarang kaum mu&#8217;minin untuk mencela seorang muslim &#8211;baik ia laki-laki atau perempuan&#8211; serta mengejeknya dengan ucapan yang menyakitkan atau membuatnya susah; dan al-Quran menganggap orang yang mengejek sesama muslim sebagai orang yang mengejek dirinya sendiri, karena kaum muslimin adalah seperti satu tubuh; Al-Quran juga melarang untuk saling panggil memanggil dengan panggilan yang buruk yang tidak disenangi orang. Perbuatan itu semua akan memindahkan manusia dari derajat keimanan ke derajat kefasikan. Dari seorang mu&#8217;min menjadi seorang fasik, dan nama yang paling buruk setelah keimanan adalah kefasikan itu.</p>
<p>Kemudian Allah SWT berfirman:</p>
<p>&#8220;Dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim&#8221;. Ini adalah dalil akan kewajiban bertaubat. Karena jika ia tidak bertaubat maka ia akan menjadi orang-orang zhalim. Dan orang-orang yang zhalim tidak akan beruntung.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung.&#8221; (QS. Yusuf: 23)</p>
<p>Juga tidak dicintai Allah SWT:</p>
<p>&#8220;Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.&#8221;( QS. Ali &#8216;Imran: 57).</p>
<p>Serta mereka tidak mendapatkan petunjuk dari Allah SWT:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.&#8221; (QS. Al Maidah: 51).</p>
<p>Dan mereka juga tidak selamat dari api neraka:</p>
<p>&#8220;Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.&#8221; (QS. Maryam: 71-72.).</p>
<p>Ayat-ayat yang lain:</p>
<p>Di antara ayata-yat Al Quran yang mengajak kepada taubat dan menganjurkannya, serta menjelaskan keutamaannya dan buahnya adalah firman Allah SWT:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.&#8221; (QS. Al Baqarah: 222).</p>
<p>Mengajak Kaum Musyrikin dan Kaum Kafir untuk Bertaubat<br />
Di antara ayat-ayat Al Quran ada yang mengajak kaum musyrikin untuk bertaubat, serta membukan pintu bagi mereka untuk bergabung dalam masyarakat muslim, serta menjadi saudara seiman mereka. Seperti firman Allah SWT dalam surah at-Taubah setelah memerintahkan untuk memerangi kaum musyrikin yang melanggar perjanjian damai:</p>
<p>&#8220;Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. at-Taubah: 5).</p>
<p>&#8220;Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.&#8221; (QS. At-Taubah: 11)</p>
<p>Al Quran juga mengajak orang-orang Kristen untuk bertaubat dari perkataan mereka tentang ketuhanan al Masih atau ia sebagai satu dari tiga oknum tuhan! Sedangkan ia sebetulnya hanyalah seorang hamba Allah. Dan baginya telah terjadi apa yang terjadi bagi manusia biasa. Serta Al Quran mengajak untuk menyembah Allah SWT saja.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah ialah al Masih putera Maryam&#8221;, padahal al-Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu&#8221; Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: &#8221; bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga&#8221;, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. Al Maidah: 72-74 ).</p>
<p>Bahkan Allah SWT Yang Maha Pemurah juga membuka pintu taubat bagi orang-orang kafir yang telah demikian keji menyiksa kaum mu&#8217;mimin dan mu&#8217; minat, serta telah melemparkan kaum mu&#8217;minin itu ke dalam api yang panas:</p>
<p>&#8220;Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar. Ketika mereka duduk di sekitarnya. Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman.&#8221; (QS. al Buruj: 5-7.)</p>
<p>Allah SWT berfirman setelah menyebutkan kisah mereka itu, bahwa mereka membenci kaum mu&#8217;minin itu semata karena kaum mu&#8217;minin beriman kepada Allah SWT semata.</p>
<p>Allah SWT befirman:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mu&#8217;min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.&#8221; (QS. al Buruuj: 10).</p>
<p>Hasan al Bashri mengomentari ayat ini: &#8220;lihatlah kedermawanan dan kemurahan Allah SWT ini: mereka membunuh para wali-Nya, dan Dia kemudian mengajak mereka itu untuk bertaubat dan meminta ampun kepada-Nya!.&#8221;</p>
<p>Hingga kemurtadan &#8211;yaitu orang yang kafir setelah iman- taubat mereka masih dapat diterima. Allah SWT berfirman:</p>
<p>&#8220;Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjukki orang-orang yang zalim. Mereka itu balasannya ialah: Bahwasanya la&#8217;nat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) la&#8217;nat para malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh, kecuali orang-orang yang taubat, sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. Ali Imran: 86-89.)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pajimbung.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pajimbung.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pajimbung.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pajimbung.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pajimbung.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pajimbung.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pajimbung.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pajimbung.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pajimbung.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pajimbung.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pajimbung.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pajimbung.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pajimbung.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pajimbung.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=204&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/kewajiban-bertaubat-dan-urgensinya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>1.449800 125.201900</georss:point>
		<geo:lat>1.449800</geo:lat>
		<geo:long>125.201900</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47b5c59788ae199d89d532f4d0210247?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pajimbung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuntunan Bertaubat kepada Allah SWT</title>
		<link>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/tuntunan-bertaubat-kepada-allah-swt/</link>
		<comments>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/tuntunan-bertaubat-kepada-allah-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 07:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pajimbung</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://pajimbung.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Keutamaan Taubat dan Orang-orang yang Bertaubat dalam al Qur&#8217;an Tentang dorongan dan anjuran untuk bertobat, Al Qur&#8217;an berbicara: &#8220;Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.&#8221; (QS. Al Baqarah: 222). Maka derajat apa yang lebih tinggi dari pada mendapatkan kasih sayang Rabb semesta alam. Dalam menceritakan tentang ibadurrahman yang Allah SWT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=197&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:large;">Keutamaan Taubat dan Orang-orang<br />
yang Bertaubat dalam  al Qur&#8217;an</span></span></h3>
<p><span style="font-family:Arial;">Tentang dorongan dan anjuran untuk  bertobat, Al Qur&#8217;an berbicara:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang  yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. Al Baqarah: 222).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Maka derajat apa yang lebih tinggi dari  pada mendapatkan kasih sayang Rabb semesta alam.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span id="more-197"></span>Dalam menceritakan tentang ibadurrahman  yang Allah SWT berikan kemuliaan dengan menisbahkan mereka kepada-Nya, serta  menjanjikan bagi mereka surga, di dalamnya mereka mendapatkan ucapan selamat dan  mereka kekal di sana, serta mendapatkan tempat yang baik. Firman Allah  SWT:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan orang-orang yang tidak menyembah  tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah  (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang  siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan)dosa(nya).&#8221;  <strong><span style="color:#605635;">(QS. Al Furqaan:  68-70.).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Keutamaan apalagi yang lebih besar dari  pada orang yang bertaubat itu mendapatkan ampunan dari Allah SWT , hingga  keburukan mereka digantikan dengan kebaikan?</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dan dalam penjelasan tentang keluasan  ampunan Allah SWT dan rahmat-Nya bagi orang-orang yang bertaubat. Allah SWT  berfirman:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Katakanlah: &#8220;Hai hamba-hambaKu yang  melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari  rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya  Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS.  Az-Zumar: 53)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Ayat ini membukakan pintu dengan  seluas-luasnya bagi seluruh orang yang berdosa dan melakuan kesalahan. Meskipun  dosa mereka telah mencapai ujung langit sekalipun. Seperti sabda Rasulullah  Saw:</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Jika kalian melakukan  kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit,  kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada  kalian.&#8221; (Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah, dan ia  menghukumkannya sebagai hadits hasan dalam kitab sahih Jami&#8217; Shagir &#8211;  5235)</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Di antara keutamaan orang-orang yang  bertaubat adalah: Allah SWT menugaskan para malaikat muqarrabin untuk  beristighfar bagi mereka serta berdo&#8217;a kepada Allah SWT agar Allah SWT  menyelamatkan mereka dari azab neraka. Serta memasukkan mereka ke dalam surga.  Dan menyelamatkan mereka dari keburukan. Mereka memikirkan urusan mereka di  dunia, sedangkan para malaikat sibuk dengan mereka di langit. Allah SWT  berfirman:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;(Malaikat-malaikat) yang memikul &#8216;arsy  dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka  beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya  mengucapkan): &#8220;Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu,  maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan  Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala, ya Tuhan  kami, dan masukkanlah mereka kedalam surga &#8216;Adn yang telah Engkau janjikan  kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak -bapak mereka, dan  istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang maha  Perkasa lagi Maha Bijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan.  Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari(pembalasan?)kejahatan pada hari itu  maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah  kemenangan yg besar.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS.Ghaafir:  7-9).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Terdapat banyak ayat dalam Al Qur&#8217;an  yang mengabarkan akan diterimanya taubat orang-orang yang melakukan taubat jika  taubat mereka tulus, dengan banyak redaksi. Dengan berdalil pada kemurahan  karunia Allah SWT, ampunan dan rahmat-Nya, yang tidak merasa sempit dengan  perbuatan orang yang melakukan maksiat, meskipun kemaksiatan mereka telah  demikian besar.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Seperti dalam firman Allah  SWT:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya  Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya dan menerima zakat, dan bahwasanya  Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? .&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS.  At-Taubah: 104)</span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan Dialah Yang menerima taubat dari  hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS.  Asy-Syuuraa: 25)</span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dan dalam menyipati Dzat Allah SWT:  &#8220;Yang mengampuni dosa dan menerima taubat.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. Ghaafir:  3)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Terutama orang yang bertaubat dan  melakukan perbaikan. Atau dengan kata lain, orang yang bertaubat dan melakukan  amal yang saleh. Seperti dalam firman Allah SWT dalam masalah pria dan wanita  yang mencuri:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Maka barangsiapa yang bertaubat (di  antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu, dan memperbaiki  diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha  pengampun lagi Maha Penyayang. <strong><span style="color:#605635;">(QS. Al Maaidah:  39)</span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Tuhanmu telah menetapkan atas diriNya  kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara  kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya, dan  mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha  Penyayang.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. Al An&#8217;aam:  54)</span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu  (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya,  kemudian mereka bertaubat setelah itu, dan memperbaiki ( dirinya) sesungguhnya  Tuhanmu sesudah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. An-Nahl: 119)</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Puja-puji terhadap Allah SWT dengan  nama-Nya &#8220;at-Tawwab&#8221; (Maha Penerima Taubat) terdapat dalam al Quran sebanyak  sebelas tempat. Seperti dalam do&#8217;a Ibrahim dan Isma&#8217;il a.s.: </span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya  Engkaulah yang Maha penerima taubat lagi Maha Penyayang.&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. Al Baqarah: 128).</span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Juga seperti dalan sabda Nabi Musa  kepada Bani Israil setelah mereka menyembah anak sapi:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Maka bertaubatlah kepada Tuhan Yang  menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu, pada  sisi Tuhan Yang menjadikan kamu, maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya  Dialah yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang .&#8221; <strong><span style="color:#605635;">(QS. Al Baqarah: 54) </span></strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Arial;">Allah SWT berfirman kepada  Rasul-Nya:</span></p>
<blockquote><p><span style="font-family:Arial;">&#8220;Sesungguhnya jikalau mereka ketika  menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan  Rasulpun memohon ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha  Penerima taubat lagi Maha Penyayang. <strong><span style="color:#605635;">(QS. An-Nisa:  64)</span></strong></span></p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pajimbung.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pajimbung.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pajimbung.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pajimbung.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pajimbung.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pajimbung.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pajimbung.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pajimbung.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pajimbung.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pajimbung.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pajimbung.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pajimbung.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pajimbung.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pajimbung.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pajimbung.wordpress.com&amp;blog=3912554&amp;post=197&amp;subd=pajimbung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pajimbung.wordpress.com/2010/05/03/tuntunan-bertaubat-kepada-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>1.449800 125.201900</georss:point>
		<geo:lat>1.449800</geo:lat>
		<geo:long>125.201900</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/47b5c59788ae199d89d532f4d0210247?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pajimbung</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
